kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

IHSG mencoba 6.000 lagi


Sabtu, 12 Mei 2018 / 09:15 WIB
IHSG mencoba 6.000 lagi


Reporter: Dityasa H Forddanta, Intan Nirmala Sari | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih punya cukup tenaga untuk melanjutkan penguatan. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (11/5), indeks menguat 0,83% ke 5.956,83.

Sebanyak 251 saham mengalami penguatan, 128 saham turun dan 114 saham berada pada posisi yang sama atau stagnan. Meskipun menguat, aksi net sell oleh investor asing di seluruh pasar masih terjadi, mencapai Rp 434,64 miliar. Meski demikian, dalam sepekan, IHSG telah mengakumulasi kenaikan 1,67%.

Senior Research Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan, kinerja IHSG dalam sepekan terakhir lebih banyak dipengaruhi sentimen nilai tukar rupiah dan pengaruh indeks Dow Jones. "Sentimen pekan depan, yakni menunggu hasil rapat BI terkait suku bunga, serta mengamati pergerakan indeks Dow Jones," ujar Kiswoyo, Jumat (11/5).

Ia memperkirakan IHSG masih cenderung menunjukkan sinyal penguatan. Indeks akan bergerak antara support 5.750 dan resistance 6.250.

Penguatan indeks saham pekan depan juga didukung data inflasi Amerika Serikat (AS) yang cuma 0,2%. Bukan hanya lemah, tapi ini juga lebih rendah dibawah konsensus yang sebesar 0,3%. "Hal itu meyakinkan investor bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat," kata analis Artha Sekuritas Indonesia Juan Harahap.

Sentimen itu akan memberikan kepercayaan diri bagi investor untuk kembali masuk ke pasar. Juan memperkirakan IHSG pekan depan menguat dan bergerak pada rentang 5.888-6.113.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×