kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG masih rawan koreksi


Jumat, 25 Agustus 2017 / 07:30 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Setelah memecah rekor tertinggi baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Indeks saham kehilangan 19,9 poin atau merosot 0,34% ke level 5.894,11 pada perdagangan Kamis (24/8).

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 584,2 miliar. Saham sektor barang konsumer mencetak penurunan paling dalam, dengan pelemahan 0,79%. Dua sektor yang masih menguat antara lain perdagangan dan industri dasar.

Koreksi usai kenaikan IHSG memang sudah diantisipasi. Krishna Setiawan, Analis Lotus Andalan Sekuritas, menilai, pelemahan IHSG hanya bersifat sementara.

Pada perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan penurunan tipis. "Tapi ada kemungkinan kembali meningkat pada pekan depan," ujar dia.

Senada, Analis Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji mengatakan, minimnya sentimen positif dari dalam negeri akan menekan IHSG pada perdagangan hari ini, Jumat (25/8). Dus, IHSG berpotensi melemah.

Secara teknikal, terlihat pola bearish hanging man yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham. Nafan memproyeksi, IHSG akan bergerak di kisaran support dan resistance 5.853-5.938.

Krishna juga memprediksi IHSG berada dalam tren melemah, dengan rentang perdagangan di level 5.860-5.920.

William Surya Wijaya, Analis Indosurya Mandiri Sekuritas, menyarankan investor memperhatikan saham MAIN, GGRM dan HMSP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×