kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG masih rawan dilanda profit taking


Selasa, 30 Januari 2018 / 18:49 WIB
IHSG masih rawan dilanda profit taking
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai mencetak rekor baru di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tumbang. Sejak pembukaan perdagangan, IHSG terus bergerak di zona merah hingga akhir perdagangan.

Alhasil, Selasa (30/1), IHSG ditutup melemah 105,13 poin atau 1,57% ke level 6.575,49. Investor asing pun mencatatkan net sell sebesar Rp 1,19 triliun.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, penurunan indeks yang tajam hari ini merupakan hal yang wajar. "Sebab, selama ini kenaikan IHSG sudah cukup tinggi," ujarnya.

Sentimen pergerakan IHSG hari ini bersumber dari bursa saham Amerika Serikat (AS). Yield yang meningkat di bursa saham AS memberikan kekhawatiran terkait return di sektor saham bagi investor. Meski begitu, kinerja IHSG dipandang masih cukup baik karena secara year-to-date (ytd) kinerjanya masih di atas 3%.

Untuk perdagangan Rabu (31/1), Aditya memprediksi, IHSG akan melanjutkan koreksi di kisaran 6.480-6.600, lantaran masih ada potensi profit taking. Namun, perkembangan kondisi market AS malam nanti juga akan mempengaruhi pergerakan pasar saham domestik, besok.

Adapun saham yang layak diperhatikan diantaranya saham HMSP, UNTR, BBNI, dan PGAS.

Secara teknikal, analis Erdikha Elit Sekuritas Hendri Widiantoro melihat, indikator stochastic mulai mengarah turun dengan kondisi yang relatif overbought. Indikator Bill William, fractal sell belum terjadi retracement, namun mulai kembali pada fase deselerasi dengan momentum yang juga melemah

"Sehingga terbuka peluang yang cukup lebar untuk melanjutkan pelemahan pada perdagangan besok dengan kisaran gerak antara 6.502-6.618," proyeksinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×