kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45893,43   -893,43   -100.00%
  • EMAS1.333.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG lesu, emiten-emiten pelat merah ini pertimbangkan buyback saham


Selasa, 03 Maret 2020 / 23:00 WIB
IHSG lesu, emiten-emiten pelat merah ini pertimbangkan buyback saham


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sejak awal tahun 2020. Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3), IHSG tercatat menurun 12,4% secara year to date (ytd) ke level Rp 5.518,62. 

Berdasar data yang dihimpun Kontan, Otorotas Jasa Keunagan (OJK) telah menyiapkan langkah supaya IHSG tidak tertekan semakin dalam. Salah satunya, memperbolehkan emiten untuk membeli kembali (buyback) saham yang beredar tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Baca Juga: Asosiasi Emiten Indonesia sebut kepercayaan investor di BEI mulai memudar, kenapa?

Menanggapi hal ini, perusahaan plat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bilang bahwa pihaknya terbuka untuk mengkaji kesempatan-kesempatan ada saat ini. "Dengan turut memperhatikan posisi keuangan serta prioritas alokasi  potensi keuangan yang dimiliki oleh perusahaan," kata SVP Corporate Secretary Kunto Hendrapawoko kepada Kontan.co.id, Senin (2/3). 

Sejak awal tahun saham ANTM tertekan hingga 26,79%. Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3) harga ANTM menyentuh Rp 615 per saham

Baca Juga: Bisnis lahan industri berpotensi meningkat, begini strategi AKR Corporindo (AKRA)

Selain terbuka dengan berbagai kesempatan untuk memperbaiki harga sahamnya, ANTM memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik. Termasuk memastikan pengembangan strategi tetap berjalan. 

Sementara itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) beranggapan bahwa pihaknya belum akan mengambil aksi buyback tersebut. 

Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia Heru Koesmahargyo bilang, pihaknya akan mengambil langkah buyback jika kondisi sudah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa keuangan (OJK), bila harga IHSG mengalami penurunan tiga hari berturut turut sebesar 15% atau lebih. 

"Saat ini Kondisi tersebut kan belum terjadi," kata Heru ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (3/3). BRI mencatatkan harga Rp 4.100, mengalami koreksi harga hingga 6,82% sejak awal tahun 2020. 

Baca Juga: Harga saham BMRI naik 3,6% sehari, pembeli seminggu lalu masih minus, lo

Tidak jauh berbeda, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sampai saat ini belum ada pembicaraan terkait buyback saham di tingkat manajemennya. 

"Dari sisi pendanaanpun tidak ada alokasi khusus untuk buyback di anggaran tahun 2020 ini," kata Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk Rachmat Hutama ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (3/3). 

Hingga Selasa (3/3), harga saham PGAS turun cukup dalam hingga 8,02% sejak awal tahun menjadi Rp Rp 1.345 saat penutupan perdagangan.

Untuk meningkatkan sahamnya, PGAS berusaha fokus pada perbaikan kinerja fundamental perusahaannya. PGAS fokus pada infrastruktur gas bumi (pipa dan non pipa).

Baca Juga: Harga minyak mendidih berkat rencana pemotongan produksi tambahan

Selain itu,PGAS  meningkatkan pemanfaatan gas bumi diseluruh sektor, termasuk penugasan dari pemerintah baik jaringan gas, gasifikasi pembangkit PLN dan berupaya mengendalikan isu-isu strategis yang terkait dengan penerapan regulasi harga gas serta dampaknya terhadap kinerja PGN kedepan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×