kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

IHSG kembali terkoreksi


Selasa, 06 Maret 2012 / 09:41 WIB
IHSG kembali terkoreksi
ILUSTRASI. Jagung termasuk salah satu makanan yang mengandung karbohidrat.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada pembukaan pagi ini. Pada hari Selasa (6/3), pukul 09.32, IHSG turun 0,63% ke posisi 3.969,96. Sebanyak 70 saham ambruk di teritori merah , dan hanya 15 saham yang naik. Sedangkan 65 saham lainnya masih diam di tempat.

Sepuluh sektor dilanda aksi jual. Adapun penurunan terbanyak terjadi pada sektor infrastruktur yang turun sebesar 0,85% dan disusul sektor barang konsumsi yang juga turun 0,78%.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi top losers pada perdagangan hari ini (6/3), antara lain PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) yang terperosok 2,02% ke Rp 17.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang juga jatuh 1,35% ke Rp 22.000, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 1,35% ke Rp 7.600.

Sementara di posisi top gainers terdapat saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang bisa naik 0,55%.

Menurut Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities, secara teknikal, IHSG terkoreksi untuk pullback menguji garis resistance short-term downtrend-nya yang berhasil ditembus pada Jumat (2/3) lalu. Indikator MA5 dan MA20 berhasil membentuk goldencross, namun perlu diperhatikan indikator stochastic yang berpotensi bergerak reversal di area overbought.

Dia meramal, pada perdagangan hari ini (6/3), IHSG cenderung terkoreksi dan bergerak dikisaran 3.954-4.008 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ADHI, BDMN, dan UNTR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×