kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

IHSG kembali terkoreksi


Selasa, 06 Maret 2012 / 09:41 WIB
ILUSTRASI. Jagung termasuk salah satu makanan yang mengandung karbohidrat.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada pembukaan pagi ini. Pada hari Selasa (6/3), pukul 09.32, IHSG turun 0,63% ke posisi 3.969,96. Sebanyak 70 saham ambruk di teritori merah , dan hanya 15 saham yang naik. Sedangkan 65 saham lainnya masih diam di tempat.

Sepuluh sektor dilanda aksi jual. Adapun penurunan terbanyak terjadi pada sektor infrastruktur yang turun sebesar 0,85% dan disusul sektor barang konsumsi yang juga turun 0,78%.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi top losers pada perdagangan hari ini (6/3), antara lain PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) yang terperosok 2,02% ke Rp 17.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang juga jatuh 1,35% ke Rp 22.000, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 1,35% ke Rp 7.600.

Sementara di posisi top gainers terdapat saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang bisa naik 0,55%.

Menurut Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities, secara teknikal, IHSG terkoreksi untuk pullback menguji garis resistance short-term downtrend-nya yang berhasil ditembus pada Jumat (2/3) lalu. Indikator MA5 dan MA20 berhasil membentuk goldencross, namun perlu diperhatikan indikator stochastic yang berpotensi bergerak reversal di area overbought.

Dia meramal, pada perdagangan hari ini (6/3), IHSG cenderung terkoreksi dan bergerak dikisaran 3.954-4.008 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ADHI, BDMN, dan UNTR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×