kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

IHSG gagal menanjak di akhir sesi pagi


Jumat, 13 April 2018 / 11:49 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat dibuka menguat Jumat (13/4) pagi, tapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau pada akhir sesi pertama. Indeks turun tipis 1,89 poin atau setara 0,03% ke level 6.308,93.

Indeks melemah karena tekanan dari lima sektor. Infrastruktur turun paling tajam yaitu sebesar 0,84%. Meski demikian, lima sektor lainnya masih mampu menanjak, terutama aneka industri yang naik 0,42%.

Pada rehat sesi pertama, 151 saham turun, berbanding 156 saham yang naik. Sedangkan, 134 saham lainnya stagnan. Dari jajaran LQ45, saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang tumbang 4,87% menjadi penghuni top losers alias saham dengan kinerja terburuk. Diikuti, saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang turun 2,94% dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang melorot 2,06%.

Investor mentransaksikan 4,95 miliar saham, dengan nilai perdagangan Rp 2,79 triliun. Pemodal asing masih membukukan penjualan bersih alias net sell sebesar Rp 141,89 miliar.

Sejauh ini, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) paling banyak dilego asing. Saham pelat merah ini mencatatkan nilai penjualan bersih oleh asing yang tertinggi yaitu Rp 30,8 miliar. Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net sell asing masing-masing Rp 28,5 miliar dan Rp 19,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×