kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.895   25,00   0,14%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

IHSG diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (28/6), ini penyebabnya


Senin, 28 Juni 2021 / 06:05 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan di akhir pekan, Jumat (25/6). IHSG terangkat 0,17% atau 10,34 poin ke level 6.022,39. 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas sektor di bursa memang menghijau. Penguatan paling signifikan dialami oleh sektor energi hingga 0,97%. Setelahnya disusul sektor konsumen non-primer hingga 0,95% dan sektor kesehatan yang terkerek 0,64%. 

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan, mencermati, pergerakan IHSG ditutup menguat terbatas setelah mengikuti bursa saham secara global.

Padahal, pada sesi pertama, IHSG sempat mengalami penguatan yang cukup signifikan. Adapun kekhawatiran akan tingginya kasus Covid-19 masih membayangi IHSG. 

Baca Juga: Simak sejumlah sentimen yang akan membayangi pergerakan IHSG pekan depan

Dennies memperkirakan, penguatan IHSG diprediksi tidak akan berlanjut pada perdagangan besok Senin (28/5).

"Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri yang saat ini mencapai 18.800 kasus baru per hari," jelas Dennies dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Jumat (24/6).

Selain itu, diterapkannya pembatasan baru yang lebih ketat berpotensi memperlambat potensi pemulihan ekonomi pada kuartal III 2021.

Adapun IHSG diprediksi bergerak melemah dengan level support 6.005 hingga 5.988. Sementara itu, level resistance-nya di 6.052 hingga 6.084. 

Selanjutnya: IHSG pekan depan diprediksi bergerak konsolidasi, dibayangi lonjakan kasus Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×