kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

IHSG diprediksi menguat, simak saham pilihan Sinarmas Sekuritas untuk tahun 2021


Senin, 04 Januari 2021 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Sinarmas Sekuritas merekomendasikan 11 saham yang layak dikoleksi sepanjang 2021 di kala IHSG diproyeksi bullish.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Sinarmas Sekuritas juga menyematkan rating untuk sejumlah sektor. Sinarmas Sekuritas menyematkan rating overweight (OW) untuk sektor perbankan, semen, tambang batubara, konstruksi, minyak dan gas (migas), perkebunan, property, pulp and paper, serta sektor telekomunikasi.

Rating netral (N) disematkan untuk sektor consumer, otomotif, media, pertambangan nikel, pakan ternak (poultry), dan ritel.  Sementara rating underweight (UW) disematkan untuk sektor tembakau.

Sinarmas Sekuritas menetapkan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.800 hingga akhir 2021.  Asumsi ini berasal dari pemulihan Earning Per Share (EPS) sebesar 28,6% dan  12,0% di 2021 dan 2022, dibandingkan penurunan EPS sebesar 25,4% di akhir 2020 kemarin.

Baca Juga: IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong Saham BBCA dan BBNI

IHSG akan mendapatkan beberapa pendorong diantaranya fase awal pemulihan ekonomi dan pertumbuhan pendapatan pascapandemi Covid-19.  Melemahnya nilai tukar dolar AS dan era suku bunga rendah juga bakal berdampak positif bagi pasar negara berkembang, terutama Indonesia

Selain itu, pemulihan harga komoditas global juga berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Di sisi lain, Omnibus Law sebagai katalisator reformasi utama diharapkan mendorong investasi asing langsung (FDI) dan pertumbuhan ekonomi. Terakhir, valuasi pasar Indonesia yang rendah (undemanding valuation) diantara negara-negara berkembang lainnya.

Sementara itu, risiko yang menjadi penekan kemungkinan datang dari gelombang  baru Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian kembali lockdown, eksekusi distribusi vaksin yang berjalan buruk, dan pemulihan pendapatan yang berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Selanjutnya: IHSG menguat 1% ke 6.038 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (4/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×