Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), seiring sentimen positif dari bursa saham Asia yang mengikuti reli Wall Street.
Mengutip data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,32% atau 19,67 poin ke level 6.254,17. Sebanyak 313 saham menguat, 130 saham melemah, dan 227 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 18.005 Per Dolar AS Hari Ini (4/8), Asia Mayoritas Turun
Volume perdagangan mencapai 2,56 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 866 miliar.
Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan indeks sektoral. Tiga sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni IDX Basic yang naik 1,00%, IDX Property menguat 0,70%, dan IDX Infrastructure bertambah 0,32%.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dicatat oleh:
- PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,42% ke Rp 2.420
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 3,31% ke Rp 2.810
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 1,94% ke Rp 525
Baca Juga: Bursa Asia Naik Tipis Selasa (4/8) Pagi Ikuti Reli Wall Street, Harga Minyak Stabil
Sementara itu, saham LQ45 yang mengalami pelemahan terdalam adalah:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,85% ke Rp 1.860
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 1,53% ke Rp 1.285
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 1,09% ke Rp 2.710
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas (4/8), Simak Rekomendasi Saham TINS, EMTK, dan JELI
Dari dalam negeri, sentimen pasar masih ditopang oleh aktivitas manufaktur Indonesia yang tetap berada di zona ekspansi.
Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Juli tercatat 50,2, sementara inflasi tahunan masih terkendali di 2,88%.
Meski demikian, optimisme tersebut masih dibayangi defisit neraca perdagangan sebesar US$ 450 juta, sehingga berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati lanjutan musim laporan keuangan emiten semester I 2026, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak, serta prospek ekonomi global di tengah meningkatnya risiko perlambatan ekonomi.
Sentimen eksternal juga cenderung positif. Bursa saham Asia bergerak menguat tipis pada awal perdagangan Selasa mengikuti reli Wall Street setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat pada Juli mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.
Baca Juga: Bayar Dividen Interim Rp 1 T Lebih, Harga Saham Ini Melonjak 5% Sehari
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik 0,1%, didorong oleh lonjakan saham Korea Selatan yang sempat menguat hingga 2,1%.
Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,3%, sementara kontrak berjangka S&P 500 E-mini menguat 0,1%.
Head of Research Pepperstone Group Chris Weston mengatakan, sentimen pasar global mulai membaik.
"Pasar aset berisiko jelas telah berbalik arah. Jika sentimen positif dari bursa Eropa dan AS berlanjut, pembeli kemungkinan akan kembali aktif sejak awal sesi dan menopang aset-aset berisiko di kawasan Asia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
