kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Bisa Kuat di Akhir Tahun 2023, Reksadana Saham Diprediksi Masih Positif


Kamis, 23 Februari 2023 / 21:31 WIB
IHSG Bisa Kuat di Akhir Tahun 2023, Reksadana Saham Diprediksi Masih Positif
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat di akhir tahun 2023.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat di akhir tahun 2023. Hal itu membuat reksadana saham diprediksi masih dapat bergerak positif.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,43% atau 29,49 poin ke 6.839,45 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/2). 

Ini adalah kenaikan IHSG pertama setelah turun tiga hari perdagangan beruntun sejak awal pekan. Kinerja IHSG di awal tahun 2023 juga tercatat tak begitu cemerlang.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi melihat, IHSG masih berpotensi bergerak sideways dalam waktu dekat. Menurut Reza, sentimen pergerakan IHSG yang sideways itu adalah kebijakan The Fed yang diprediksi hawkish dengan target di 5,50%-5,75%, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebelumnya

Baca Juga: Reksadana Saham Diprediksi Masih Bergerak Volatile di Tahun 2023

“Untuk sentimen dalam negeri, restrukturisasi emiten karya akan menjadi concern negatif terhadap sektor perbankan,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Kamis (23/2).

Reza mengatakan, HPAM mencatatkan asset under management (AUM) alias dana kelolaan reksadana saham pada Desember 2022 sebesar Rp 5 triliun.

Untuk AUM reksadana saham Januari 2023, HPAM belum mempublikasikan jumlahnya. Meskipun begitu, Reza mengaku, optimistis bahwa IHSG akan kembali bullish mendekati akhir tahun 2022.

“Sebab, pasar akan memfaktorkan potensi penurunan suku bunga, di mana hal ini positif bagi pertumbuhan ekonomi, pasar saham, dan juga obligasi,” ungkap dia.

Baca Juga: IHSG Fluktuatif, Reksadana Saham Menghadapi Tantangan di Tahun 2023

Untuk menjaga kinerja reksadana saham di tahun 2023, HPAM akan membatasi porsi eksposur sektor komoditas di portofolio mereka, kecuali dalam rangka momentum strategi. Dia menyebut, reksadana saham HPAM masih fokus di sektor consumer cyclical related dan basic industry dengan bisnis yang berkesinambungan, sehingga dapat mendukung kinerja sahamnya.

Reza memprediksi, IHSG akan berada di level 7.700 secara moderat, tetapi masih memiliki potensi untuk lebih dari angka tersebut.

“Untuk kinerja reksadana saham, kami harapkan masih bisa memberikan alpha (selisih positif) 3%-5% dari potensi pertumbuhan IHSG,” pungkas Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×