Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini. Pada penutupan perdagangan Senin (13/4/2026), IHSG naik 41,69 poin atau 0,56% ke level 7.500,18.
Jika ditarik lebih jauh, pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), IHSG tercatat melonjak 2,06% atau bertambah 150 poin ke level 7.458,49. Secara kumulatif, indeks acuan tersebut mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,14% sepanjang sepekan terakhir.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengungkapkan, potensi penguatan IHSG masih terbuka dalam waktu dekat.
Kondisi ini didukung oleh mulai kembalinya aliran dana asing (inflow) ke pasar saham domestik, setelah sebelumnya sempat tertekan oleh sentimen risk-off global dan aksi jual investor asing.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan resistance di area 7.600 dan support di kisaran 7.300. Sehingga, pergerakan indeks cenderung konsolidasi di rentang tersebut,” ujar Alrich kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: SR024 Laris Manis, Pemerintah Tambah Kuota Penerbitan Jadi Rp 17,5 Triliun
Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berpotensi menjadi katalis tambahan bagi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Dari sisi strategi, Alrich menyarankan investor untuk menerapkan pendekatan selective buying atau tactical trading di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Investor dinilai perlu fokus pada saham-saham dengan katalis positif serta likuiditas tinggi.
Pada sektor perbankan, saham-saham bank besar masih menarik sebagai recovery play, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Selain itu, saham dengan karakter dividen juga dinilai prospektif menjelang musim pembagian dividen. Beberapa di antaranya adalah TLKM, UNVR, dan BBRI. Saham-saham ini dinilai memiliki daya tahan terhadap tekanan penurunan (downside) di tengah volatilitas pasar.
Sementara itu, sektor energi dan komoditas tetap menarik, namun lebih sesuai untuk strategi jangka pendek atau trading, seiring dengan pergerakan harga global yang cenderung dinamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













