kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

IHSG Berpotensi Menguat pada Selasa (20/1), Cek Rekomendasi Sahamnya


Senin, 19 Januari 2026 / 16:54 WIB
IHSG Berpotensi Menguat pada Selasa (20/1), Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. IHSG cetak rekor tertinggi baru setelah ditutup ke 9.133,87 dengan didorong saham bank pada Senin (19/1/2026). Cek rekomendasi sahamnya.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64% ke level 9.133,87 pada perdagangan Senin (19/1/2026) yang sekaligus menjadi level penutupan tertinggi baru.

Kenaikan IHSG ini terjadi meski rupiah melemah ke level terburuk sepanjang masa setelah ditutup di level Rp16.955 per dolar Amerika Serikat (AS), akibat meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat.

Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, menyebutkan bahwa penguatan saham-saham perbankan besar jelang musim rilis kinerja keuangan (earning season) dan ekspektasi pembagian dividen menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

“Aksi akumulasi di big banks masih menjadi penggerak utama indeks di tengah pelemahan rupiah,” kata Alrich kepada Kontan, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menghijau Senin (19/1), BBNI Catat Kenaikan Tertinggi

Secara teknikal, Alrich melihat momentum penguatan masih berlanjut. Histogram positif MACD melebar dan didukung kenaikan volume beli, sementara Stochastic RSI bergerak menguat di area overbought.

“IHSG berpotensi menguji 9.150-9.200 selama mampu bertahan di atas area pivot 9.100,” jelasnya. Adapun area support diperkirakan berada di 9.000.

Dari eksternal, mayoritas indeks Asia ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/1/2026) dipicu ketegangan politik terkait isu Greenland dan perlambatan data ekonomi China.

Pertumbuhan ekonomi China tercatat melambat menjadi 4,5% YoY di kuartal IV-2025, sementara penjualan ritel hanya naik 0,9% YoY pada Desember. Kondisi ini menahan minat risiko pelaku pasar kawasan.

 

Di Eropa, sentimen juga negatif menyusul ancaman kebijakan tarif baru dari Presiden Trump terhadap delapan negara anggota NATO yang menolak rencana akuisisi Greenland. Indeks futures Wall Street pun turun imbas meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Meski sentimen global cenderung tertekan, Alrich menilai IHSG masih memiliki ruang kenaikan jangka pendek. Ia menyebut beberapa saham yang berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (20/1/2026), antara lain GGRM, MYOR, INET, TAPG, dan CUAN.

Selanjutnya: KLH Gugat 6 Perusahaan, Pengamat: Akar Masalah Ada di Penyalahgunaan Kekuasaan

Menarik Dibaca: Butuh Hiburan Tidak Jauh dari Jakarta? Ini yang Ditawarkan Meikarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×