Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,82% atau 54,728 poin ke level 6.602,21 pada Rabu (27/10).
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengungkapkan, IHSG sempat menguji level psikologi 6.600 pada perdagangan kemarin. Walau begitu, investor asing masih melanjutkan kecenderungan net buy sejak awal Oktober 2021.
"Dengan demikian, IHSG diperkirakan berpotensi technical rebound ke kisaran 6.650-6.690, jika bertahan di atas 6.600 pada perdagangan Kamis," ungkap Valdy dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Rabu (27/10). Dia memprediksi IHSG akan memiliki level support di 6.580 dan resistance di 6.690.
Baca Juga: IHSG dibayangi aksi profit taking, cermati saham-saham ini
Valdy menambahkan, koreksi harga komoditas memicu pelemahan harga saham-saham energi, termasuk saham-saham pertambangan pada perdagangan hari ini. Adapun lain, peningkatan kasus baru harian Covid-19 dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran penurunan permintaan. Oleh karenanya, tekanan diperkirakan masih berlanjut nantinya.
Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 4%-5% di tahun 2021, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 6%. Meski demikian, akumulasi net buy investor asing masih cukup besar di saham-saham perbankan. Mempertimbangan hal itu, BBCA, BBRI, BMRI, BBTN dan sejumlah saham bank lain tetap dapat diperhatikan pada perdagangan besok Kamis.
Masih dari dalam negeri, faktor lain yang dapat menopang IHSG di atas support level 6,580 adalah revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2021 oleh Kementerian Keuangan RI menjadi 4,5% year on year (yoy), dari proyeksi sebelumnya di 4,3% yoy. Kementerian Keuangan RI juga optimis bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa mencapai 4% yoy, relatif lebih tinggi dari proyeksi sejumlah lembaga internasional.
Baca Juga: IHSG melemah ke 6.602 pada Rabu (27/10), KLBF, BMRI, BBNI dikoleksi asing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












