kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

IHSG berpotensi masih tertekan hingga awal Februari


Minggu, 31 Januari 2021 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/1/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

Adapun performa emiten properti dan perbankan di kuartal IV diperkirakan akan meningkat daripada kuartal sebelumnya.

Adapun di bulan depan, Bernadus melihat saham-saham sektor properti masih menarik. Suku bunga yang dipatok rendah yakni 3,75% akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk membeli properti. 

Sucor Sekuritas cenderung menjagokan BSDE dengan target Rp 1.500 dari harga terakhir Rp 1.125 atau memiliki potensi upside hingga 33,33%. Saat ini PBV BSDE sekitar 0,8 kali. 

Baca Juga: Kapitalisasi IHSG turun Rp 519,64 triliun, volume transaksi berkurang 22% pekan lalu

Selain itu, Sucor Sekuritas juga mengunggulkan SMRA dengan target harga Rp 950, adapun harga terakhirnya di Rp 695 atau dengan kata lain masih punya upside 36,7%. 

"SMRA yang memiliki gearing 96% dengan portofolio di bawah Rp 2 miliar sebesar 52%, cukup menarik disimak mengingat marketing sales sepanjang 2020 lebih baik bila dibandingkan dengan revisi target yang pernah disampaikan yaitu Rp 2,5 triliun," ungkapnya. 

Ia pun menambahkan, penjualan SMRA di tahun 2020 mencapai Rp 3,3 triliun.

Selanjutnya: Investor bisa mengekor saham-saham buruan asing bulan ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×