kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.585   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pergerakan Saham-Saham Big Cap Ini


Kamis, 27 Februari 2025 / 07:47 WIB
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pergerakan Saham-Saham Big Cap Ini
ILUSTRASI. Warga mengakses data saham menggunakan gawai di Jakarta, Selasa (11/2/2025). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 15 juta single investor identification (SID) pada akhir Januari 2025. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,09 poin atau 0,29% ke 6.606,17 pada akhir perdagangan Rabu (26/2). 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mencermati, pada perdagangan kemarin, IHSG mampu bertahan di atas critical support level 6.550. Stochastic RSI bergerak mendekati oversold area dan terdapat kecenderungan penurunan volume transaksi.

"Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound atau setidaknya konsolidasi di atas 6.550 pada Kamis (27/2)," kata Nurwachidah kepada Kontan, Rabu (26/2).

Baca Juga: IHSG Terus Melemah, Kinerja Saham Emiten Indeks Syariah Belum Merekah

Ia memproyeksi, pada Kamis ini (27/2), pergerakan IHSG berada di level support 6.550 dan resistance 6.880. 

Dia menganalisa, pada hari ini, laju IHSG akan dipengaruhi pergerakan saham-saham blue chip, yang dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan. Namun kini, saham keping biru mulai menunjukkan tanda memasuki fase konsolidasi.

Contohnya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Selain itu, sejumlah saham lain mengalami technical rebound, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). 

 

"Pergerakan tersebut dapat mengindikasikan kondisi, bahwa pasar sudah mulai mencerna pembentukan Danantara pada 24 Februari 2025 lalu secara lebih objektif," ujar Nurwachidah.

Baca Juga: Simak Saham-Saham Favorit Asing Saat IHSG Rebound Kemarin, Rabu (26/2)

Dari eksternal, sentimen yang berkembang masih relatif serupa dengan kondisi awal pekan ini, yaitu terkait isu tarif dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserves (The Fed).

Presiden AS, Donald Trump mempertahankan rencana implementasi tarif untuk Kanada dan Meksiko, serta reciprocal tariff. Di lain sisi, The Fed masih dipenuhi ketidakpastian jelang Federal Open Market Committee (FOMC) pada Maret mendatang.

Analis Panin Sekuritas, Mayang Anggita menambahkan, kemarin IHSG ditutup menguat namun masih bergerak di zona merah. 

Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Kamis (27/2)

Hal ini tercermin dari harga penutupan yang lebih rendah dari harga pembukaan. Mayang memprediksi, pada hari ini pergerakan IHSG berada di kisaran level support 6.500 dan resistance 6.800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×