Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) siap menggelar ekspansi pada tahun ini. IFSH mengusung strategi untuk memperbesar cadangan nikel sebagai penopang pertumbuhan bisnis di masa depan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi, IFSH pun membuka peluang melakukan ekspansi secara anorganik dengan mengakuisisi tambang nikel baru. Strategi ini diharapkan bisa memperkuat posisi IFSH di industri pertambangan nasional.
"Ifishdeco yakin bisa melanjutkan rencana strategisnya dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kapasitas produksi dengan investasi dalam teknologi pertambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan," ungkap Manajemen IFSH dalam rilis yang disiarkan Kamis (27/2).
Baca Juga: Ifishdeco (IFSH) Kerek Target Produksi Bijih Nikel Hingga Tahun 2026
Adapun, saat ini IFSH menggarap lahan tambang di Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Total luas konsesi yang dimiliki mencapai 2.580 hektare (ha), dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 800 ha.
IFSH juga memiliki aset di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara melalui PT Patrindo Jaya Makmur, serta di Konawe Selatan melalui PT Hangtian Nur Cahaya.
Secara kinerja, Manajemen IFSH mengklaim bisa mencetak performa keuangan yang solid di tengah tantangan fluktuasi harga nikel dan kondisi pasar yang dinamis.
"Strategi efisiensi yang diterapkan berhasil menjaga daya saing dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan," ungkap Manajemen IFSH.
Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Senin (24/2) malam, top line dan bottom line IFSH mengalami penurunan sepanjang tahun 2024. Penjualan neto IFSH terpangkas 32,13% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 1,43 triliun menjadi Rp 972,70 miliar pada 2024.
Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan IFSH ikut menyusut sebanyak 34,05% (yoy) menjadi Rp 491,45 miliar. Hasil ini membawa IFSH meraup laba kotor sebesar Rp 481,25 miliar atau anjlok 30,05% (yoy).
Laba usaha IFSH turun 48,10% (yoy) menjadi Rp 151,63 miliar. IFSH membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 100,11 miliar pada 2024. Turun 54,56% dibandingkan capaian Rp 220,35 miliar pada tahun sebelumnya.
Secara bottom line, IFSH meraih laba bersih sebesar Rp 83,66 miliar pada tahun 2024. Menurun 60,4% dibandingkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2023, yang kala itu sebesar Rp 211,26 miliar.
Hingga akhir tahun lalu, IFSH memiliki total aset senilai Rp 1 triliun. IFSH memangkas jumlah liabilitas sebanyak 40,70% (yoy) menjadi Rp 169,93 miliar pada 2024.
Pada periode yang sama, jumlah ekuitas IFSH tumbuh 6,63% (yoy) menjadi Rp 838,03 miliar sampai akhir 2024. Sedangkan kas dan setara kas akhir tahun IFSH tercatat sebesar Rp 149,47 miliar.
Selanjutnya: Ini 20 Kontraktor Migas Penghasil Produksi Minyak Terbesar Indonesia
Menarik Dibaca: Finetiks & Bank Victoria Tawarkan Tabungan Digital dengan Imbal Hasil Hingga 6,25%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News