kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

IATA cari pinjaman dari bank syariah


Rabu, 18 Agustus 2010 / 09:28 WIB


Reporter: Kun Wahyu Winasis | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) kembali mencari pinjaman dari bank syariah. Juni lalu, perusahaan milik Hary Tanoesudibyo ini mendapat tambahan utang dari Bank Muammalat sebesar US$ 6,4 juta.

Menurut Jo Dennie, Sekretaris Perusahaan IATA, pinjaman itu digunakan untuk membeli pesawat ATR 52-500 MSN 601 senilai US$ 5,48 juta. Sisanya, sebesar US$ 1 juta dipakai untuk modal kerja di proyek PT Badak Energy Ltd.

Dengan tambahan utang itu, total pinjaman IATA di semester I-2010 mencapai Rp 312,70 miliar. Utang sebanyak ini naik 11,7% daripada periode sama 2009, sebesar
Rp 279,73 miliar. Dari jumlah utang itu, yang akan jatuh tempo dalam setahun sebesar Rp 121,62 miliar.

Menurut Jo, pelunasan utang itu akan dicicil. IATA juga tidak berencana mengajukan pinjaman baru untuk melunasi utang tersebut. "Anggaran belanja modal kami sebesar US$ 11 juta juga sudah habis," katanya (17/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×