kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Harum Energy (HRUM) Perkuat Bisnis Nikel, Ini Rekomendasi Sahamnya


Minggu, 07 Juni 2026 / 13:15 WIB
Harum Energy (HRUM) Perkuat Bisnis Nikel, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Harum Energy Tbk (HRUM) alokasikan capex untuk nikel


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) semakin agresif mengembangkan bisnis nikel seiring alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$310 juta pada 2026.

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, langkah ini mencerminkan pergeseran strategi perseroan dari batu bara ke bisnis mineral berbasis baterai.

“Strategi HRUM yang mengalokasikan capex sekitar US$310 juta di 2026 dengan fokus besar ke nikel menunjukkan pergeseran tegas dari batu bara ke bisnis mineral baterai,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, dengan realisasi capex yang juga dominan ke nikel hingga kuartal I-2026, perseroan semakin menjadikan komoditas tersebut sebagai motor pertumbuhan utama, sementara batu bara mulai berperan sebagai penopang.

Baca Juga: Tekanan Pasar Keuangan Belum Selesai, Pinnacle Jaga Fleksibilitas Portofolio

Sukarno bilang, ekspansi nikel berpotensi menjadi pendorong utama kinerja HRUM pada 2026 hingga 2027, terutama jika proyek hilirisasi dan pengolahan berjalan optimal.

“Kenaikan produksi bijih nikel ke 8 juta hingga 10 juta wmt bisa meningkatkan skala pendapatan, namun kontribusi laba sangat bergantung pada efisiensi operasional dan integrasi downstream,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa agresivitas ekspansi tersebut berpotensi menekan margin dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya ekspansi, beban depresiasi, serta potensi peningkatan biaya pendanaan.

Dari sisi risiko, volatilitas harga nikel dan dinamika siklus kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menjadi faktor utama yang perlu dicermati. Selain itu, eksekusi proyek juga menjadi kunci keberhasilan strategi ini.

Di sisi lain, target penurunan produksi batu bara menjadi 2 juta-3 juta ton dinilai dapat mengurangi stabilitas arus kas dalam jangka pendek.

“Penurunan produksi batu bara juga mengurangi stabilitas cash flow jangka pendek sehingga profit menjadi lebih fluktuatif,” tambahnya.

 

Secara keseluruhan, Sukarno menilai HRUM sebagai saham dengan prospek pertumbuhan tinggi namun disertai risiko yang juga besar dan bersifat siklikal.

Ia pun memberikan rekomendasi buy untuk saham HRUM dengan target harga di level Rp 900 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×