kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga tembaga meleleh akibat kekhawatiran kelebihan pasokan


Sabtu, 28 April 2018 / 18:30 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal pekan ini, harga tembaga telah berada dalam tren pelemahan. Kekhawatiran terjadinya kelebihan pasokan menjadi sentimen negatif yang menghadang penguatan.

Mengutip Bloomberg pada penutupan perdagangan Jumat (27/4), harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) tercatat melemah 2,41% ke level US$ 6,797 per metrik ton.

Seperti dikutip dari Wall Street Journal, International Copper Study Group (ICSG) menyebut kemungkinan terjadi kelebihan pasokan tembaga di tahun 2018, setelah sempat diproyeksikan akan ada defisit tembaga. Peralihan ini disebabkan karena pertumbuhan produksi tembaga olahan.

Meski saat ini produsen tembaga terbesar Freeport McMoRan masih dalam dalam proses negosiasi terkait kendali atas tambang Grasberg, rupanya, hal ini tidak mempengaruhi proses produksi. Tekanan semakin dalam datang dari produsen tembaga terkemuka Norilsk Nickel yang malah melaporkan kenaikan produksi sekitar 18% selama kuartal I 2018.

Namun, di lain pihak, beberapa analis masih meyakini ketidakpastian seputar negosiasi Freeport dan pemerintah Indonesia, dan negosiasi tenaga kerja di tambang Escondida yang dikerjakan BHP Billiton di Chile masih mampu menjadi katalis positif bagi tembaga. ICGS memproyeksikan, tembaga akan kembali mengalami defisit di tahun 2019 nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×