kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS961.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Harga saham Kimia Farma (KAEF) melesat 148,33% dalam 3 bulan, ini prospek selanjutnya


Rabu, 09 September 2020 / 23:08 WIB
Harga saham Kimia Farma (KAEF) melesat 148,33% dalam 3 bulan, ini prospek selanjutnya
ILUSTRASI. Usaha pemerintah untuk menyediakan vaksin Covid-19 menyokong kenaikan harga saham Kimia Farma (KAEF).


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha pemerintah untuk menyediakan vaksin Covid-19 menyokong kenaikan harga emiten farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Rabu (9/9), harga saham KAEF melemah 3,56% di Rp 2.980 per saham. Dalam tiga bulan terakhir harga saham KAEF menjulang 148,33%. Namun, dalam satu bulan terakhir terkoreksi 6,29%. 

Chris Apriliony Analis Jasa Utama Capital mengatakan penurunan harga saham KAEF saat ini wajar terjadi karena kenaikan harga sudah signifikan. "Wajar saat ini mengalami koreksi terlebih dahulu," kata Chris. Dia memperkirakan, kenaikan harga saham KAEF masih akan terjadi bila ada perkembangan positif dari vaksin corona. 

Kabar terakhir, pemerintah tengah mempercepat proses pengadaan vaksin impor. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tengah berupaya melobi negara yang memproduksi vaksin virus korona. Jokowi optimistis jika Indonesia berhasil mendapatkan jatah bahan baku dan vaksin jadi di akhir tahun maka di Januari 2021 impor vaksin sudah bisa didistribusikan. 

Sementara itu, Tim Vaksin Merah Putih juga tengah mengembangkan bibit vaksin yang diproyeksikan mulai bisa didistribusikan pada kuartal IV-2021. Dengan adanya kabar ini, KAEF yang memiliki peran untuk memproduksi vaksin secara masal di bawah PT Bio Farma akan mendapat sentimen positif. "Jika vaksin sudah selesai uji klinis dan dapat didistribusikan maka kenaikan harga saham KAEF masih terbuka lebar seiring dengan pendapatan yang meningkat dari penjualan vaksin," kata Chris, Rabu (9/9). 

Baca Juga: Begini kesiapan INAF dan KAEF distribusikan vaksin corona

Achmad Yaki, analis BCA Sekuritas mengatakan, kenaikan harga KAEF yang signifikan memang tersokong optimisme penyediaan vaksin corona. Namun, di satu sisi sentimen tersebut berpotensi membuat volatilitas KAEF tinggi. 

"Proses penyediaan vaksin kemungkinan paling cepat di 2021 dan memang saham farmasi kebanyakan masih didorong sentimen dari vaksin ini, tetapi bila proses terkait vaksin belum ada kemajuan berarti akan memberikan sentimen negatif bagi KAEF," kata Achmad.

Kompak, William Hartanto Analis Panin Sekuritas juga memproyeksikan harga saham KAEF berpotensi masih bisa menanjak. "Memang saat ini yang menentukan kenaikan harga adalah realisasi dari produksi vaksin, semakin cepat semakin bagus untuk KAEF yang memang terlibat untuk mendistribusikan vaksin," terang William.  

Baca Juga: Sebulan naik drastis, saham-saham ini masih menarik dikoleksi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×