kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga saham energi di Eropa anjlok


Kamis, 15 Januari 2015 / 08:51 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun pepaya untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Reli penurunan harga minyak mentah membuat saham-saham di Eropa berguguran. Pada minggu ini, harga minyak mentah turun 5%. Hal sama juga terjadi dengan harga minyak brent yang terjun 8%. Gejolak pasar minyak global ini membebani pasar saham.

Kemarin, harga minyak mentah berada di level US$ 45,89 per barel, level terendah sejak April 2009. Sedangkan, harga minyak brent turun menjadi US$ 46 per barel. Meski harga minyak menyentuh level paling bawah, perwakilan dari organisasi negara-negara eksportir minyak menegaskan tidak akan menurunkan produksi.

Dampaknya, Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,3% menjadi 343,92. Lalu, saham-saham pertambangan anjlok 5%. Begitupun juga dengan harga saham perusahaan minyak dan gas turun 1,5%.

Harga saham Antofagasta Plc, perusahaan tembaga asal Chili yang terdaftar di London tumbang hingga 8%. Harga-harga saham pertambangan raksasa dunia seperti Glencore turun 4,5%, Anglo American Plc merosot 9,91% dan BHP Billiton Plc turun 7,81%.

Julian Chillingworth, Kepala Investasi Rathbones yang mengelola aset US$ 39,9 miliar menyatakan kekhawatiran investor terhadap ekonomi global mendorong harga bergerak ke bawah. "Ini juga tentang permintaan, pertumbuhan lebih lemah di China dan perlambatan zona euro menghantam harga komoditas," ujar Julian seperti dikutip The Wall Street Journal.

David Hussey, Kepala Ekuitas Eropa di Manulife Asset Management mengatakan investor khawatir dengan ancaman deflasi di Eropa dan tidak yakin ekonomi akan tumbuh. "Ekonomi global sekarang sangat sensitif terhadap mata uang, harga minyak dan harga komoditas," jelas David kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×