kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,61   8,03   0.90%
  • EMAS1.332.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga saham BTN (BBTN) naik 100% dalam tiga bulan ini


Selasa, 18 Agustus 2020 / 22:11 WIB
Harga saham BTN (BBTN) naik 100% dalam tiga bulan ini
ILUSTRASI. Seorang karyawan sedang melihat pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, di Jakarta, Senin (8/6). Sepanjang sepekan kemarin, emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatatkan kenaikan saham sebesar 38,82% dari Rp760 per lembar saham pada pemb


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat kenaikan lebih dari 100% dalam waktu tiga bulan. Jika pada 14 Mei 2020 lalu harga saham BBTN berada pada level Rp 745, namun pada penutupan perdagangan saham Selasa (18/8) harganya sudah mencapai Rp 1.505.

Menurut Direktur Bank BTN Nixon LP Napitupulu kenaikan harga saham BBTN tersebut menandakan investor atau market melihat pelan tapi pasti mulai terlihat ada arah perbaikan kinerja keuangan perseroan.

Sebagai contoh di bulan April 2020 saja sudah terjadi ekspansi kredit sebesar Rp 3,4 trliun dalam sebulan. "Walau masih di bawah angka normal sebelum pandemic. Tapi sudah menunjukkan perbaikan yang lumayan," ujar Nixon dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (18/8) malam.

Baca Juga: Rangkul kalangan affluent, Sinarmas MSIG gandeng Bank BTN

Nixon menilai jika kondisi perekonomian terus stabil dan kinerja keuangan BTN kembali membaik, maka perseroan akan mendapat dukungan yang besar dari para investor.

Menurut dia dukungan investor terhadap BTN sudah terlihat sejak obligasi yang ditawarkan perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubsribed.

Ini adalah komitmen perseroan untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam hal ini perbaikan proses bisnis, tetap mengedepankan GCG dalam prosesnya dengan tujuan akhir di pengujung tahun 2020 kita dapat melalui dengan baik sesuai rencana bisnis perseroan, kata Nixon menambahkan.

Seperti diketahui, Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap I Tahun 2020 sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,8 kali pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 10-23 Juli 2020.

Kelebihan permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi Bank BTN di tengah pandemi Covid-19. Dana hasil penawaran akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis perseroan.

Bank BTN mencatat penawaran yang masuk mencapai Rp 2,78 triliun untuk obligasi berkelanjutan dengan nilai pokok sebesar Rp 1,5 triliun tersebut.

Baca Juga: BTN pimpin 40% pasar KPR di Indonesia

“Di tengah pandemi ini, oversubscribed menjadi sinyal positif bagi Bank BTN karena membuktikan kepercayaan investor masih tinggi terhadap kinerja bisnis kami,” jelas Nixon.

Nantinya, menurut Nixon, dana segar yang terkumpul dari penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi pembiayaan perumahan.

“Tentunya hal ini juga sejalan dengan upaya kami mendukung Program Satu Juta Rumah milik pemerintah yang bertujuan menyediakan rumah murah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” tutur Nixon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×