kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga murah, ini saham blue chip yang sering menguntungkan saat window dressing


Kamis, 16 Desember 2021 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. Harga murah, ini saham blue chip yang sering menguntungkan saat window dressing


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Banyak saham blue chip yang turun harga hingga Desember 2021. Penurunan harga saham blue chip menjadi kesempatan baik diborong saat window dressing. Sejumlah saham blue chip sering memberikan keuntungan besar saat window dressing.

Window dressing adalah strategi mempercantik portofolio investasi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi. Window dressing biasanya terjadi menjelang tutup buku atau akhir tahun.

Saham blue chip adalah jenis saham dari perusahaan dengan kondisi keuangan prima, serta beroperasi selama bertahun lamanya. Di Indonesia, saham-saham yang masuk dalam kategori blue chip berada pada daftar indeks LQ45.

Beberapa saham penghuni indeks LQ45 masih menunjukkan performa yang kurang menggembirakan sepanjang kuartal keempat 2021 berjalan. Setidaknya, ada 16 saham yang turun harga.

Baca Juga: Banyak saham blue chip masih turun harga, ini yang layak dibeli

Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi saham dengan pelemahan terdalam yaitu 46,43% dalam tiga bulan terakhir. Selanjutnya, disusul saham PT Japfa Tbk (JPFA) yang terkoreksi hingga 18,97% dalam periode yang sama, kemudian ada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan penurunan 16,30% dalam tiga bulan terakhir.

Adapun saham lain yang masih mencatatkan penurunan kinerja ada PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Baca Juga: IHSG diramal bergerak terbatas jelang pengumuman RDG BI

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, ada beberapa sentimen negatif yang membuat saham-saham Lq45 tersebut terkoreksi. Sebagai contoh outlook saham BUKA menjadi turun lantaran kinerjanya hingga saat ini belum positif. Padahal, jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu kinerja BUKA sudah jauh lebih baik.

“Sehingga beberapa sekuritas melakukan downgrade untuk saham BUKA atau menurunkan target saham BUKA ini,” kata Sukarno, Rabu (15/12).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×