kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak turun setelah keputusan pemangkasan produksi OPEC


Senin, 09 Desember 2019 / 07:30 WIB
Harga minyak turun setelah keputusan pemangkasan produksi OPEC
ILUSTRASI. Senin (9/12) pukul 7.02 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Januari 2020 berada di US$ 58,99 per barel.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun di awal pekan ini. Senin (9/12) pukul 7.02 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,99 per barel.

Harga minyak ini turun 0,35% ketimbang harga penutupan perdagangan pekan lalu pada US$ 59,20 per barel. Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2020 di ICE Futures turun 0,34% ke US$ 64,17 per barel ketimbang harga akhir pekan lalu pada US$ 64,39 per barel.

Baca Juga: IPO Saudi Aramco dan ambisi besar Putra Mahkota merombak ekonomi kerajaan Arab

Jumat lalu, harga minyak melejit setelah OPEC+ menyetujui penambahan pemangkasan produksi minyak hingga 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020. Dengan tambahan ini, total pemangkasan produksi OPEC+ di kuartal pertama mencapai 1,7 juta barel per hari atau 1,7% dari total permintaan global.

Baca Juga: Begini strategi Adaro (ADRO) menjaga kinerja di tengah penurunan harga batubara

Menteri Energy Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, pemangkasan efektif Saudi akan mencapai 2,1 juta barel per hari karena Saudi akan memangkas lebih banyak daripada kuota.

Amrita Sen, co-founder Energy Aspects mengatakan, tujuan menteri energy Saudi bukan untuk mengangkat harga minyak, tapi menetapkan batas bawah paling kuat di kuartal pertama untuk menahan pelemahan musiman kuartal pertama. "Saudi percaya bahwa OPEC perlu menaikkan produksi di semester kedua 2020, makanya jangka waktu pembatasan ini pendek," kata Sen seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Indeks saham sektor barang konsumsi terpuruk, adakah saham yang masih menarik?

Phil Flynn, analis Price Futures Group mengatakan hal serupa. Pemangkasan ini dilakukan ketika permintaan akan lebih tinggi dan akan menambah tekanan pada harga produk minyak, terutama diesel dengan sulfur sangat rendah, menjelang peraturan bahan bakar kapal IMO 2020. "Meski respons pasar terbatas, jangan salah, keputusan OPEC ini akan menciptakan batas terendah harga minyak," kata dia.

Hans Van Cleef, senior energy economist ABN AMRO mengatakan, pasar minyak kecewa karena pemangkasan hanya 500.000 barel per hari. Dia melihat, pemangkasan ini hanya formalisasi tingkat kepatuhan anggota dalam beberapa bulan. 

Baca Juga: Terpopuler: Tiga saham berpotensi delisting, Jack Ma bongkar strategi investasi

Sementara Goldman Sachs menaikkan prediksi harga minyak brent tahun 2020 menjadi US$ 63 per barel dari sebelumnya US$ 60 per barel dengan harga jangka panjang US$ 55 per barel. Goldman pun memprediksi harga minyak WTI berada di US$ 58,50 per barel dengan harga jangka panjang US$ 50 per barel.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×