kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Harga minyak turun lebih dari 2% dalam sepekan


Jumat, 05 Juli 2019 / 07:53 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak cenderung turun mendekati akhir pekan ini. Jumat (5/7) pukul 7.40 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 56,78 per barel, turun 0,98% dari harga penutupan Rabu (3/7) pada US$ 57,34 per barel.

Kemarin, pasar komoditas Amerika Serikat (AS) tutup karena hari libur kemerdekaan. Dalam sepekan terakhir, harga minyak acuan AS ini turun 2,89%.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman September 2019 di ICE Futures hari ini turun tipis ke US$ 63,28 per barel dari harga kemarin pada US$ 63,30 per barel. Dalam sepekan, harga minyak acuan internasional ini turun 2,25%.

Energy Information Admnistration melaporkan penurunan stok minyak sebesar 1,1 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh lebih rendah daripada laporan American Petroleum Institute yang menyebut penurunan persediaan mencapai 5 juta barel.

Persediaan minyak AS turun lebih kecil daripada prediksi karena perusahaan-perusahaan penyulingan minyak menyerap lebih sedikit dan pemrosesan minyak turun 2% daripada setahun lalu.

"Di luar fluktuasi jangka pendek akibat perubahan persediaan minyak, sulit menghindari kenyataan bahwa kita berada di periode penurunan manufaktur global," kata Stephen Innes, managing partner Vanguard Markets kepada Reuters.

Pasokan minyak dari negara-negara pengekspor minyak pun akan terbatas dengan lanjutan kesepakatan OPEC+  hingga Maret 2020 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×