Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun hampir 2% pada hari Rabu (7/10). Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memupuskan harapan untuk paket stimulus lain untuk meningkatkan ekonomi yang terdampak virus corona dan setelah persediaan minyak mentah AS naik dalam seminggu terakhir.
Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 66 sen atau 1,6% menjadi US$ 41,99 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 72 sen atau 1,8% menjadi US$ 39,95 per barel.
Baca Juga: Harga minyak Indonesia (ICP) turun menjadi US$ 37,43 per barel pada September
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan dirinya tidak optimistis bahwa kesepakatan komprehensif bantuan keuangan Covid-19 lebih lanjut dapat tercapai dan pemerintahan Trump condong pada pendekatan yang lebih sedikit demi sedikit.
"Trump menarik diri dari negosiasi bantuan, menghasilkan banyak ketidakpastian tentang ekonomi," kata Harry Tchilinguirian, kepala penelitian komoditas di BNP Paribas.
Harga minyak juga terpukul oleh peningkatan persediaan minyak mentah AS yang sedikit lebih besar dari perkiraan.
Persediaan minyak mentah naik 501.000 barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 294.000 barel.
Sementara itu, stok bensin turun 1,4 juta barel dalam sepekan menjadi 226,8 juta barel, terendah sejak November, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 471.000 barel. Stok distilasi turun 962.000 barel, sesuai dengan ekspektasi.
Baca Juga: Harga minyak masih suram, WTI turun ke US$ 39,95 dan Brent ke US$ 42,05 per barel
"Kami melihat peningkatan yang solid di bagian depan permintaan produk olahan," kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.
Perusahaan energi mengamankan anjungan lepas pantai dan mengevakuasi pekerja pada hari Selasa, karena Badai Delta mengancam produksi minyak AS di Teluk Meksiko.
Badai tersebut telah menutup 29% produksi minyak lepas pantai di Teluk, yang menyumbang 17% dari total produksi minyak mentah AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













