kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.195   -69,92   -0,85%
  • KOMPAS100 1.156   -12,41   -1,06%
  • LQ45 829   -10,84   -1,29%
  • ISSI 294   -2,01   -0,68%
  • IDX30 431   -4,70   -1,08%
  • IDXHIDIV20 516   -5,24   -1,00%
  • IDX80 129   -1,49   -1,14%
  • IDXV30 142   -0,63   -0,44%
  • IDXQ30 139   -1,78   -1,26%

Harga minyak masih suram, WTI turun ke US$ 39,95 dan Brent ke US$ 42,05 per barel


Rabu, 07 Oktober 2020 / 12:35 WIB
Harga minyak masih suram, WTI turun ke US$ 39,95 dan Brent ke US$ 42,05 per barel
ILUSTRASI. Harga minyak masih suram


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah masih melemah pada perdagangan hari ini. Koreksi harga minyak terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah menghentikan pembicaraan dengan Kongres Demokrat terkait stimulus baru untuk pandemi virus corona hingga pemilihan presiden kelar. 

Tekanan bagi harga emas hitam ini bertambah karena laporan industri minyak AS yang mengisyaratkan stok minyak mentah naik untuk pertama kalinya dalam empat pekan terakhir.

Mengutip Bloomberg, Rabu (7/10) pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2020 melemah 1,4% ke US$ 42,05 per barel. Padahal di sesi sebelumnya, Brent melesat 3,3%.

Baca Juga: Loyo, rupiah betah melemah di Rp 14.750 per dolar AS pada tengah hari ini

Serupa harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman November 2020 juga kembali ke bawah US$ 40 per barel setelah turun 1,8% menjadi US$ 39,95 per barel. Pada Selasa (6/10), harga minyak ditutup menguat 3,7%. 

Pukulan telak bagi harga minyak datang setelah Trump memerintahkan negosiator nya untuk menghentikan diskusi dengan para pemimpin Demokrat hanya beberapa jam setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyerukan untuk lebih banyak pengeluaran guna menghindari kerusakan pada pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam tersebut.

Padahal, sebelumnya Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa pembicaraan antara Gedung Putih dan Partai Demokrat terkait paket bantuan baru untuk pandemi virus corona hampir semakin intens.

"Paket fiskal akan memberikan kepercayaan bagi investor dan fakta bahwa paket tersebut tidak jadi keluar bisa meningkatkan risiko bagi ekonomi AS," kata Vivek Dhar, analis komoditas Commonwealth Bank of Australia. 

Tekanan lanjutan bagi harga minyak semakin dalam setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak AS malah naik pada pekan yang berakhir 2 Oktober lalu. Di sisi lain, persediaan bensin dan sulingan AS berhasil turun di pekan lalu.

Baca Juga: Pernyataan Trump bikin harga minyak WTI kembali ke bawah US$ 40 per barel

Sementara itu, data pemerintah AS baru akan keluar Rabu (7/10) waktu setempat. Berdasarkan median dari haril survei Bloomberg, para analis memprediksi, stok minyak mentah turun 1,2 juta barel pada pekan lalu.

Ancaman Badai Delta yang diperkirakan menjadi Badai Kategori 4 ini membuat sejumlah operator migas di Pantai Teluk Meksiko AS menutup 29% dari total produksi minyak.

Selanjutnya: Net sell asing Rp 1,9 triliun, IHSG terkoreksi 0,63% di sesi I Rabu (7/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×