kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Harga Minyak Turun 2%, Pasar Tunggu Sikap Iran soal Proposal Damai AS


Kamis, 26 Maret 2026 / 05:20 WIB
Harga Minyak Turun 2%, Pasar Tunggu Sikap Iran soal Proposal Damai AS
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia melemah sekitar 2% pada perdagangan Rabu (25/3/2026) seiring pasar mencermati sinyal Iran yang mulai mempertimbangkan proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik di Teluk Persia.

Harga minyak mentah Brent turun 2,2% ke level US$ 102,22 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 2,2% ke US$90,32 per barel. Meski sempat anjlok hingga 7% dalam sesi perdagangan, harga akhirnya memangkas penurunan.

Seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran tengah meninjau proposal damai dari Washington, meskipun respons awalnya cenderung negatif. Namun, belum adanya penolakan resmi memberi sinyal bahwa peluang negosiasi masih terbuka.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Tengah Kabar Iran Tinjau Proposal Damai AS

“Pasar minyak akan tetap bergejolak mengikuti perkembangan konflik Iran,” tulis analis Ritterbusch and Associates.

Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan tekanan terhadap Iran akan ditingkatkan jika negara tersebut menolak proposal dan tidak mengakui kekalahan militer.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari ini telah mengguncang pasokan energi global. Pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan dunia, hampir terhenti. 

Gangguan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah, dengan potensi kehilangan hingga 20 juta barel per hari.

Selain itu, eskalasi konflik juga terjadi di Rusia. Serangan drone Ukraina ke pelabuhan utama di Baltik memaksa penghentian aktivitas ekspor, yang berdampak pada sekitar 40% kapasitas ekspor minyak Rusia.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Pasar Cermati Risiko Pasokan di Tengah Ketegangan AS-Iran

Dari sisi pasokan, tekanan tambahan datang dari AS. Data terbaru menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak 6,9 juta barel dalam sepekan, jauh di atas ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan 500.000 barel.

Sementara itu, sejumlah negara mulai mengambil langkah antisipatif. Jepang mendorong pelepasan cadangan minyak global, sementara AS mempertimbangkan pelonggaran aturan bahan bakar untuk meredam kenaikan harga energi domestik.

Di tengah ketidakpastian ini, volatilitas harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak April 2022, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan gangguan pasokan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×