kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga minyak terus memanas


Selasa, 21 Februari 2012 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. New Zealand’s Prime Minister Jacinda Ardern


Reporter: Dyah Megasari, CNN |

NEW YORK. Harga minyak mentah dunia terus menanjak pasca Iran menggunting ekspor ke Inggris dan Prancis. Keputusan Iran juga meningkatkan kekhawatiran terhadap harga gas.

Hari ini, harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman April lompat 2% ke US$ 105,08 per barel. Minyak jenis Brent yang menjadi acuan di Eropa maju 0,5% menjadi US$ 120,18 per barel.

Seperti diketahui, minyak jenis Bret belum pernah diperdagangkan di atas US$ 120 per barel lebih dari satu tahun terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena banyak kilang AS yang menggunakan minyak impor untuk menghasilkan gas, terutama di Pantai Timur.

Harga tersebut sudah melonjak hampir 9% dari awal tahun. Mengacu pada group AAA, harga rata-rata minyak nasional per galon sebesar US$ 3,05 merupakan kenaikan berturut-turut selama 13 kali.

Dan Dicker, oil trader sekaligus penulis buku Oil's Endless Bid memprediksi arah harga minyak rata-rata nasional AS bisa kembali menyentuh US$ 4 per galon. Angka yang pernah dicapai waktu krisis 2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×