kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Harga minyak tertekan aksi ambil untung, Brent turun 0,6% dan WTI naik tipis 0,4%


Selasa, 19 Mei 2020 / 12:01 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak bergerak bervariasi


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah bervariasi pada siang hari ini setelah Brent melemah usai akibat aksi ambil untung. Sementara itu, harga minyak mentah AS masih memperpanjang reli di tengah tanda-tanda bahwa produsen memangkas produksi seperti yang dijanjikan saat permintaan meningkat akibat pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Mengutip Reuters, Selasa (19/5) pukul 11.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Juli 2020 turun 19 sen, atau 0,6%, menjadi US$ 34,62 per barel. Padahal, di awal pembukaan hari ini, harganya melejit 2,4%. 

Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) masih naik 11 sen, atau 0,4%, menjadi US$ 31,93 per barel. Posisi ini menunjukkan penurunan penguatan yang sebelumnya terjadi di awal perdagangan hari ini. Pagi ini, harga minyak WTI sempat terbang 4,1%.

Baca Juga: Harga minyak menguat empat hari berturut-turut, Brent naik 2,4% dan WTI loncat 4,1%  

Harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Juni akan berakhir pada hari ini. Tetapi tanda pengulangan kejatuhan bersejarah di bawah nol yang terlihat sebulan lalu tampaknya tak akan terjadi di hari ini. Mengingat permintaan untuk minyak mentah dan bahan bakar sudah mulai terlihat. 

"Saya tidak akan terkejut melihat penarikan jangka pendek karena kekuatan yang telah kita lihat di pasar minyak minggu lalu sangat luar biasa," kata Michael McCarthy, Chief Market Strategist CMC Markets.

Sebelumnya pasar disokong oleh tanda-tanda bahwa pemotongan output yang disetujui oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, bener-benar dilakukan. 




TERBARU

[X]
×