kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Harga Minyak Stabil Rabu (20/8) Pagi, Investor Menimbang Prospek Gencatan Senjata


Rabu, 20 Agustus 2025 / 07:39 WIB
Harga Minyak Stabil Rabu (20/8) Pagi, Investor Menimbang Prospek Gencatan Senjata
ILUSTRASI. Harga minyak stabil karena penurunan persediaan minyak AS. Sementara investor mempertimbangkan prospek pembicaraan gencatan senjata Ukraina-Rusia. REUTERS/Alexander Manzyuk


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik tipis pada perdagangan Rabu (20/8/2025) pagi, namun stabil di level US$ 62 per barel. Pukkul 07.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 62,60 per barel, naik 0,40% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 62,35 per barel.

Harga minyak stabil setelah laporan mengisyaratkan penurunan persediaan minyak AS. Sementara investor mempertimbangkan prospek pembicaraan tentang gencatan senjata Ukraina-Rusia.

Mengutip Bloomberg, menurut sumber, American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 2,4 juta barel pada pekan lalu. Data resmi akan dirilis Rabu malam.

Baca Juga: Harga Minyak Masih Dibayangi Gejolak Geopolitik

Pasar terus memantau perkembangan gencatan senjata di Ukraina setelah serangkaian upaya pembicaraan tingkat tinggi ditengahi oleh Presiden Donald Trump.

Kesepakatan damai diperkirakan dapat mengurangi pembatasan ekspor minyak mentah Rusia, meskipun Moskow tetap mempertahankan sebagian besar pasokan minyaknya.

Meski begitu, prospek harga minyak dalam jangka panjang diperkirakan masih bearish, dengan ekspektasi kelebihan pasokan pada akhir tahun 2025 seiring penambahan produksi OPEC+.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×