kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak naik, terdorong harapan pemangkasan produksi OPEC yang lebih besar


Jumat, 14 Februari 2020 / 07:50 WIB
Harga minyak naik, terdorong harapan pemangkasan produksi OPEC yang lebih besar
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak.

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terus melanjutkan kenaikan pada perdagangan terakhir di pekan ini. Jumat (14/2) pukul 07.35 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 51,43 per barel, naik tipis 0,02% dari penutupan sehari sebelumnya yang ada di US$ 51,42 per barel.

Kenaikan harga minyak didukung oleh harapan investor bahwa OPEC akan memangkas produksi lebih banyak dari perkiraan.

Baca Juga: Harga minyak kembali bangkit seiring meredanya kasus baru virus corona

Asal tahu saja, negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya yang tergabung dalam OPEC+ menurunkan proyeksi permintaan minyak mentah tahun 2020 sekitar 200.000 barel per hari, mendorong organisasi ini untuk memangkas produksi lebih lanjut.

"Rusia sudah banyak mengisyaratkan bahwa semua anggota OPEC+ mengurangi produksi lebih dalam," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters.

"Harga minyak mentah mungkin jalan di tempat. Selama virus corona tidak menunjukkan tanda-tanda penyebarannya semakin meningkat, minyak mentah WTI dapat mencapai kisaran US$ 50-an per barel."

Permintaan minyak di China sebagai konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia jatuh karena pembatasan perjalanan dan karantina.

The International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak pada kuartal I akan turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun sebelum naik lagi di kuartal II. Lembaga ini memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global selama setahun penuh menjadi 825.000 barel per hari.

Baca Juga: Harga minyak kembali naik, di tengah harapan Rusia sepakat pangkas pasokan

"(Perlu) dicatat bahwa ramalan ini untuk saat ini mengasumsikan pemulihan kurva bentuk V dalam permintaan minyak, dengan sebagian besar penurunan terkonsentrasi pada kuartal I-2020," kata analis BNP Paribas Harry Tchilinguirian kepada Reuters Global Oil Forum.

 





Close [X]
×