Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Harga minyak dunia melonjak sekitar 3% pada perdagangan Selasa (27/1/2026), dipicu gangguan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan infrastruktur energi dan sempat menghentikan ekspor dari kawasan Teluk Meksiko.
Minyak mentah Brent ditutup menguat US$ 1,98 atau 3,02% ke level US$ 67,57 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,76 atau 2,9% menjadi US$ 62,39 per barel.
Analis dan pelaku pasar memperkirakan produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari sepanjang akhir pekan lalu, setara sekitar 15% dari total produksi nasional.
Baca Juga: Dibayangi Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Mentah Terkoreksi
Badai dingin ekstrem yang melanda berbagai wilayah AS memberi tekanan besar pada jaringan energi dan kelistrikan.
Kondisi cuaca tersebut mendorong harga kontrak berjangka minyak karena meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan jangka pendek. Risiko pasar pun dinilai condong ke arah kenaikan selama ancaman gangguan pasokan masih berlanjut.
Selain menekan produksi, cuaca dingin juga membuat ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari pelabuhan Teluk AS sempat turun ke nol pada Minggu.
Namun, ekspor mulai pulih pada Senin seiring dibukanya kembali pelabuhan, bahkan tercatat di atas rata-rata musiman.
Baca Juga: Surplus Pasokan, Harga Minyak Mentah Terkoreksi Sepanjang Tahun 2025
Dari sisi pasokan global, ladang minyak terbesar Kazakhstan, Tengiz, diperkirakan baru mampu memulihkan kurang dari separuh kapasitas normalnya hingga 7 Februari.
Pemulihan berjalan lambat akibat kebakaran dan pemadaman listrik sebelumnya, sehingga turut menjaga pasar minyak tetap ketat.
Meski demikian, operator pipa ekspor utama Kazakhstan menyatakan kapasitas pemuatan di terminal Laut Hitam Rusia telah kembali normal setelah perawatan selesai.
Faktor geopolitik juga memberi dukungan pada harga minyak. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah kapal induk AS beserta armada pendukung tiba di kawasan tersebut, memperbesar kekhawatiran pasar akan potensi konflik dengan Iran.
Baca Juga: Menakar Efek Koreksi Harga Minyak Mentah Terhadap Emiten Petrokimia
Situasi ini menahan penurunan harga minyak dalam jangka pendek, ditambah belum adanya perkembangan berarti terkait perdamaian Rusia-Ukraina.
Di sisi lain, pasar juga mencermati sikap OPEC+. Kelompok produsen minyak tersebut diperkirakan tetap mempertahankan jeda kenaikan produksi pada Maret, dengan keputusan resmi akan dibahas dalam pertemuan awal Februari.
Selanjutnya: Harga Emas Melonjak ke Rekor Tertinggi, Investor Berburu Aset Aman
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Terbaru Untuk Hari Ini Rabu 28 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













