kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak naik 1% meski tengah bayang-bayang kekhawatiran permintaan


Jumat, 04 Oktober 2019 / 20:04 WIB

Harga minyak naik 1% meski tengah bayang-bayang kekhawatiran permintaan
ILUSTRASI. Harga minyak


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada perdagangan Jumat (4/10). Meski masih berada di jalur penurunan setelah tertekan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang melambat, bisa mengganggu ke permintaan minyak.

Mengutip Bloomberg, pukul 19.40 WIB, minyak Brent pengiriman Desember 2019 ke US$ 58,42 per barel atau naik 1,23% dari sesi sebelumnya

Sementara, minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November ke US$ 52,95 per barel atau naik 0,95%. Kenaikan ini sekaligus menghentikan penurunan minyak sembilan hari beruntun.

Baca Juga: Harga minyak WTI mengakumulasi penurunan 10,73% dalam sembilan hari terakhir

Asal tahu, minyak Brent telah turun 6,1% pada pekan ini, sementara minyak WTI telah kehilangan 6%, mewakili penurunan mingguan terbesar sejak Juli.

"Keduanya berada di jalur untuk penurunan mingguan yang lumayan," kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM.

"Seperti yang terjadi, perkembangan permintaan dan sisi penawaran sama sekali tidak mendukung dan tidak akan ada akhir yang bahagia bagi mereka yang memiliki kecenderungan bullish."

Baca Juga: Harga minyak menyentuh level terendah dalam delapan pekan terakhir

Data sektor jasa dan pertumbuhan pekerjaan AS yang lemah pada hari Kamis (3/10), menambah kekhawatiran tentang permintaan minyak global dan memperburuk kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China yang berlarut-larut dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

Saat ini, pasar menunggu langkah lebih lanjut dari data non-farm payrolls AS yang akan dirilis hari ini.

"Mengingat bahwa pertumbuhan AS sebagian besar didukung oleh konsumen yang kuat yang kepercayaannya dibangun di atas pasar kerja yang kuat, rilis ini akan sangat penting dalam membentuk harapan atas kebijakan The Fed di masa depan, yang akan memiliki efek limpahan pada pasar minyak," kata BNP Paribas global oil strategist Harry Tchilinguirian.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×