kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak mulai bangkit setelah OPEC berencana perpanjang pemangkasan produksi


Rabu, 29 Januari 2020 / 09:56 WIB
Harga minyak mulai bangkit setelah OPEC berencana perpanjang pemangkasan produksi
ILUSTRASI. Harga minyak mulai membara berkat OPEC dan data stok minyak AS

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah menguat untuk hari kedua setelah penurunan lima hari sebelumnya. Rabu (29/1), pukul 09.45 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak pengiriman Maret 2020 di NYMEX menguat 0,99% ke US$ 54,01 per barel

Serupa, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman April 2020 di ICE Futures juga terangkat 0,95% ke level US$ 59,37 per barel.

Harga minyak yang sempat koreksi akibat terpapar virus corona mulai bangkit usai anggota OPEC melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan memperpanjang pemotongan produksi minyak jika virus corona mengganggu permintaan global.

Baca Juga: Virus corona menekan harga minyak, berikut prediksi analis

Mengutip Reuters, OPEC berniat memperpanjang pengurangan produksi minyak setidaknya hingga Juni 2020. Sebelumnya, OPEC hanya mengurangi produksi hingga bulan Maret mendatang.

"Bahkan jika diperlukan OPEC juga dapat memperdalam pengurangan produksi jika permintaan minyak dari China berkurang signifikan akibat penyebaran virus corona," kata sumber OPEC seperti dikutip Reuters. Saat ini anggota OPEC+ melakukan pemangkasan produksi minyak sebanyak 1,7 juta barel per hari.

Hal tersebut dilakukan karena banjir pasokan minyak mentah usai produksi Amerika Serikat (AS) mencetak rekor baru karena mencapai 13 juta barel per hari. Padahal permintaan minyak juga belum pulih akibat ekonomi global yang masih stagnan.

Sentimen tambahan bagi tenaga emas hitam ini datang dari Negeri Paman Sam. Yakni setelah American Petroleum Institute (API) merilis stok minyak AS turun 4,27 juta barel pada pekan lalu. 




TERBARU

Close [X]
×