kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga minyak merosot ke level terendah lebih dari setahun karena kekhawatiran corona


Jumat, 28 Februari 2020 / 06:16 WIB
 Harga minyak merosot ke level terendah lebih dari setahun karena kekhawatiran corona
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A general view shows Mexican state oil firm Pemex's Cadereyta refinery, in Cadereyta, Mexico October 5, 2019. Picture taken October 5, 2019. REUTERS/Daniel Becerril/File Photo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak jatuh untuk hari kelima pada perdagangan Kamis (27/2) ke level terendah lebih dari satu tahun. Laporan terbaru kasus virus corona di luar China memicu kekhawatiran investor bahwa penyebaran wabah virus corona yang cepat bisa menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Melansir Reuters, minyak mentah Brent turun US$ 1,25 atau 2,3%, untuk menetap di US$ 52,18 per barel, merupakan terendah sejak Desember 2018 pada level US$ 50,97 per barel.

Baca Juga: Harga minyak berpotensi menyentuh US$ 40 per barel

Sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot US$ 1,64, atau 3,4% menjadi US$ 47,09 per barel, setelah mencapai level terendah sejak Januari 2019.

Awal pekan ini, untuk pertama kalinya sejak wabah virus corona meledak, jumlah infeksi virus corona yang dilaporkan di luar China melebihi kasus baru di negeri Panda itu.

Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Kamis memperingatkan bahwa tidak ada negara yang boleh membuat kesalahan dengan berasumsi akan terhindar dari virus corona. Pemerintah dari Iran ke Australia berlomba untuk menahan penyebaran epidemi virus corona tersebut.

"Minyak terjun bebas karena besarnya upaya karantina global, menghancurkan permintaan untuk beberapa kuartal berikutnya," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×