kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga minyak melemah, dipicu peningkatan jumlah kematian akibat virus corona


Senin, 29 Juni 2020 / 07:23 WIB
Harga minyak melemah, dipicu peningkatan jumlah kematian akibat virus corona
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini. Senin (29/6) pukul 07.10 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 37,83 per barel, melemah 1,71% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 38,49 per barel.

Pelemahan harga minyak dipicu oleh memburuknya prospek permintaan minyak ke depan akibat jumlah kematian akibat virus corona mencapai setengah juta orang dan Amerika Serikat mencatatkan peningkatan jumlah infeksi harian.

Baca Juga: Harga minyak mentah membara ditopang pemulihan bahan bakar di AS, China dan Eropa

Mengutip Reuters, peningkatan jumlah infeksi harian Covid-19 di negara-negara bagian besar yang mengkonsumsi bensin di AS dapat menghambat pemulihan permintaan.

Kasus Covid-19 kembali meningkat di tiga negara bagian AS dengan penduduk terpadat yakni California, Texas dan Florida.

Jumat pagi, Gubernur Texas Greg Abbott menunda rencana pembukaan kembali negara bagian itu dan memerintahkan sebagian bar besar ditutup.

"Pengusaha menunda pengembalian karyawan mereka ke kantor dan itu akan berdampak pada kembalinya permintaan bensin," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Harga minyak mulai terangkat, penguatan masih ditopang stimulus

"Pasar terus khawatir tentang pemulihan permintaan karena pihak berwenang meninjau kembali strategi pembukaan kembali," kata analis ANZ, merujuk tiga negara bagian terpadat AS, yakni Texas, Florida dan California.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×