kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak melambung usai dua pangkalan minyak Libya ditutup


Senin, 20 Januari 2020 / 09:45 WIB
Harga minyak melambung usai dua pangkalan minyak Libya ditutup
ILUSTRASI. Harga minyak mentah dunia

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak melonjak di awal pekan ini setelah dua pangkalan produksi minyak mentah besar di Libya mulai ditutup di tengah blokade militer. Mengutip Bloomberg, Senin (20/1), pukul 09.30 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Februari 2020 ada di level US$ 59,15 per barel. Posisi ini naik 1,04% dibanding penutupan akhir pekan lalu di US$ 58,54 per barel.

Hal yang sama terjadi pada harga minyak Brent kontrak pengiriman Maret 2020 yang naik 1,19% menjadi US$ 65,62 per barel. Penguatan harga emas hitam ini terjadi setelah produksi minyak Libya diperkirakan berkurang drastis akibat konflik berkepanjangan yang melanda negara yang juga merupakan anggota OPEC tersebut.

Perkembangan terakhir dalam konflik berkepanjangan di Libya, di mana dua faksi saingan telah mengklaim hak untuk memerintah negara itu selama lebih dari lima tahun, National Oil Corporation (NOC) pada Minggu (19/1) menyebut, dua ladang minyak besar di barat daya sudah mulai tutup turun setelah pasukan yang setia kepada Tentara Nasional Libya menutup saluran pipa.

Baca Juga: Perang dagang mereda, saham-saham apa saja yang layak dicermati?

"Jika ekspor dihentikan selama periode yang berkelanjutan, tangki untuk penyimpanan akan terisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menjadi 72.000 barel per hari," kata juru bicara NOC seperti dikutip Reuters. Selama ini, Libya telah memproduksi sekitar 1,2 juta barel per hari. 

Minggu (19/1) lalu, negara-negara asing sepakat pada pertemuan puncak di Berlin untuk memperkuat gencatan senjata yang goyah di Libya, bahkan ketika pembicaraan dibayangi oleh blokade terbaru.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan,KTT Berlin yang dihadiri oleh para pendukung utama faksi-faksi Libya telah sepakat bahwa gencatan senjata sementara di Tripoli selama sepekan terakhir harus diubah menjadi gencatan senjata permanen untuk memungkinkan proses politik berlangsung.




TERBARU

Close [X]
×