kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga Minyak Dunia Turun 1% Senin (17/7): Brent ke US$78,91 & WTI ke US$74,52


Senin, 17 Juli 2023 / 19:43 WIB
ILUSTRASI. Kilang minyak


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun lebih dari 1% pada hari Senin (17/7), setelah pertumbuhan ekonomi China yang lebih lemah dari yang diharapkan memicu kekhawatiran atas permintaan di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu. Sementara dimulainya kembali sebagian produksi Libya yang dihentikan juga menekan harga.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 96 sen atau 1,2%, menjadi US$78,91 per barel pada 1153 GMT. Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 90 sen atau 1,2% menjadi US$74,52 per barel..

Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 6,3% YoY di kuartal kedua, dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar 7,3%. Dengan pemulihan pasca-pandemi yang goyah dengan cepat karena melemahnya permintaan di dalam dan luar negeri.

"PDB datang di bawah ekspektasi, jadi tidak akan banyak meredakan kekhawatiran atas ekonomi China," kata Warren Patterson, kepala penelitian komoditas ING.

Baca Juga: Ekonomi China Melemah, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 1%

"Data China selalu dinanti-nantikan dengan tingkat harapan; yah, bagaimanapun juga untuk bullish," kata John Evans, broker minyak PVM dalam sebuah laporan.

Minyak naik sebentar setelah peringatan berita Reuters tentang Arab Saudi memperpanjang pengurangan produksi sukarela. Waspada itu kemudian dicabut karena mengulangi berita yang diterbitkan pada 4 Juni.

Kedua tolok ukur harga minyak telah membukukan kenaikan tiga minggu dan menyentuh level tertinggi sejak April pekan lalu. Dengan mendapat dukungan dari pembatasan produksi OPEC+ dan pemadaman yang tidak direncanakan di Libya dan Nigeria.

Minyak juga berada di bawah tekanan dari dimulainya kembali produksi di dua dari tiga ladang Libya yang ditutup pekan lalu. Produksi telah dihentikan oleh protes terhadap penculikan mantan menteri keuangan.

Baca Juga: Harga Minyak Melanjutkan Penurunan Akibat Penguatan Dolar AS

Tanda lain dari pengetatan pasokan, ekspor minyak Rusia dari pelabuhan barat akan turun 100.000-200.000 barel per hari bulan depan, tanda bahwa Moskow memenuhi janji untuk pengurangan pasokan bersamaan dengan Arab Saudi, kata dua sumber pada hari Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×