kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak cenderung flat dalam sepekan terakhir


Selasa, 07 Agustus 2018 / 07:35 WIB
ILUSTRASI. SUMUR MINYAK SUKOWATI


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ditutup di atas level US$ 69 per barel pada perdagangan kemarin, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2018 di New York Mercantile Exchange turun ke US$ 68,85 per barel.

Harga minyak turun 0,23% dalam sehari. Dalam sepekan, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini cenderung flat.

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2018 di ICE Futures turun ke US$ 73,63 per barel dari penutupan kemarin pada US$ 73,75 per barel. Harga minyak acuan internasional ini pun cenderung mendatar dalam sepekan.

Jefferies, bank investasi AS mengatakan bahwa penambahan produksi minyak Arab Saudi dan Rusia akan terbatas. Di sisi lain, sanksi AS atas Iran menjadi sentimen positif. Beberapa sanksi mulai berlaku hari ini.

Tapi, pejabat senior kementerian ekonomi Iran mengatakan, dampak ekonomi sanksi tidak akan masif. "Banyak negara, termasuk beberapa negara Eropa tidak sepakat dengan sanksi AS dan bersedia bekerja sama dengan Iran," kata pejabat tersebut kepada Reuters.

Sebagian besar ekspor minyak Iran menuju China dan India. Hanya sekitar 20% ekspor ditujukan untuk pasar Eropa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×