kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga minyak alami penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir


Kamis, 05 Mei 2011 / 22:53 WIB
ILUSTRASI. Selat Solo Mbak Ninik di kawasan Cinere, Depok, Kamis (26/04). KONTAN/BAihaki/26/04/2018


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Kontrak harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun. Pemicunya, secara tidak terduga, jumlah pengajuan klaim pengangguran AS mengalami peningkatan. Kondisi itu menimbulkan kecemasan kalau pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak AS akan mengalami penurunan.

Asal tahu saja, data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja menunjukkan, pengajuan klaim pengangguran AS naik sebesar 43.000 menjadi 474.000 pada minggu lalu. Ini merupakan peningkatan terbesar sejak Agustus lalu.

"Kita mendapat sentimen negatif saat ini. Pada saat ECB menolak menaikkan suku bunga acuannya nanti, dollar akan menguat dan harga komoditas akan terus jatuh," jelas Peter Beutel, president of trading advisory company Cameron Hanover Inc di Connecticut.

Catatan saja, pada pukul 11.25 waktu New York, kontrak harga minyak untuk pengantaran Juni di New York Mercantile Exchange turun US$ 6,23 atau 5,7% menjadi US$ 103,01 per barel. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat bertengger di level US$ 101,08, yang merupakan level paling rendah sejak 18 maret lalu. Jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu, harga minyak sudah melonjak 29%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×