kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga komoditas turun, laba Indika Energy (INDY) di kuartal I 2019 merosot 61%


Kamis, 25 April 2019 / 18:11 WIB


Reporter: Yoliawan H | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY, anggota indeks Kompas100) mencatatkan penurunan laba cukup signifikan pada periode kuartal I 2019 hingga 61% menjadi US$ 40,5 juta. Di periode sama tahun lalu, laba INDY tercatat sebesar US$ 103,8 juta.

Penurunan laba tersebut lantaran penurunan pendapatan sebesar 22,3% menjadi US$ 409,9 juta di kuartal I 2019, dari US$ 527,8 juta di kuartal I 2018. Volume penjualan pun turun 4,2% menjadi 9,0 juta ton.

Direktur INDY Azis Armand mengatakan, penurunan tersebut utamanya disebabkan dari adanya penurunan dari harga komoditas khususnya dari harga batubara. “Akibatnya harga jual rata-rata turun 19% menjadi US$ 45,7 per ton,” ujar Azis di acara RUPST INDY, Kamis (25/4).

Jika merinci pendapatan, kontribusi terbesar masih disumbang anak usaha INDY yakni Kideco sebesar US$ 409,9 juta. Namun pendapatan Kideco turun 22,3%.

Kemudian disusul pendapatan dari Petrosea sebesar US$ 115,2 juta atau tumbuh 28,7%. Lalu pendapatan dari Tripatra sebesar US$ 96,5 juta atau tumbuh 60,1%, pendapatan dari Indika Indonesia Resources sebesar US$ 81,4 juta atau turun 35,4%. Serta pendapatan dari PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) sebesar US$ 20,9 juta atau tumbuh 45,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×