kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Harga karet tertekan gejolak politik Thailand


Rabu, 28 Mei 2014 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. 4 Cara Memutihkan Siku dan Lutut Secara Alami, Tidak Sulit!


Reporter: Handoyo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Harga karet di pasar internasional tampaknya masih akan tertekan dan sulit melar dalam waktu dekat. Penyebabnya karena situasi politik dalam negeri Thailand yang sedang memanas.

Thailand adalah salah satu produsen karet terbesar di dunia. Negeri Siam ini menjadi anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersama Indonesia dan Malaysia.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan, gejolak politik dalam negeri Thailand itu membuat petani tidak mendapat dukungan optimal dari pemerintah. "Sehingga mereka panic selling menjual secara berlebihan tidak terkendali," kata Bayu, Rabu (28/5).

Pemerintah Indonesia mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk kembali mengerek harga karet. Sekedar informasi saja, harga karet internasional saat ini masih berada dikisaran US$ 2 per kilogram (kg). Harga ini terus menurun sejak akhir tahun lalu. Bahkan memasuki kuartal II tahun ini harga karet sempat menyentuh US$ 1,6 per kg.

Agar tren anjloknya harga karet internasional tersebut tidak terus berlanjut dan berkepanjangan, pemerintah Indonesia mengusulkan agar ITRC ditingkatkan dan dikembangkan menjadi Asean Rubber Committee atau Asean Rubber Cooperation.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×