kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga emas terangkat ke level tertinggi 7 tahun akibat ancaman perlambatan ekonomi


Jumat, 21 Februari 2020 / 19:48 WIB
Harga emas terangkat ke level tertinggi 7 tahun akibat ancaman perlambatan ekonomi
ILUSTRASI. Harga emas sudah menguat sebesar 7,78% sepanjang tahun ini.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terus melambung tinggi dalam beberapa hari terakhir. Merujuk Bloomberg, harga emas di pasar spot pada Jumat (21/2), pukul 19.42 WIB berada di level US$ 1.635,34 ons per troi, naik 0,97% dibanding hari sebelumnya. Angka ini sekaligus merupakan harga emas tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Analis Capital Central Futures Wahyu Tribowo Laksono menyebut tren bullish harga emas tidak terlepas dari kombinasi berbagai faktor. Menurut dia, sejauh ini pasar telah melewati tiga momen besar yang memengaruhi pergerakan harga emas, mulai dari perang dagang, konflik geopolitik, dan persebaran virus corona.

Sebagai informasi, jika diakumulasikan, harga emas sudah menguat sebesar 7,78% sepanjang tahun ini. “Tiga hal tadi meningkatkan kekhawatiran pasar akan imbasnya terhadap ekonomi global. Secara umum, ini membuat tren emas menjadi bullish, belum lagi secara fundamental emas merupakan komoditas yang punya prospek bagus dalam jangka panjang,” terang Wahyu kepada Kontan.co.id, Jumat (21/1).

Baca Juga: Rupiah melemah tipis hari ini, virus corona masih jadi pemicunya

Wahyu juga menyebut tren saat ini, bank sentral besar dunia banyak yang mengeluarkan stimulus dan pelonggaran moneter. Hal ini turut menopang pergerakan bullish emas.

Analis Kapital Global Investama Alwi Assegaf juga menilai kekhawatiran akan melambatnya perekonomian global merupakan pendorong kenaikan harga emas. Sebab, virus corona tidak hanya memukul ekonomi China, tapi juga secara global. “Ekonomi Zona Euro juga terpukul karena khawatir akan terganggunya rantai pasokan perdagangan global imbas virus corona. Sebab PDB Jerman terbukti stagnan di kuartal IV 2019,” papar Alwi.

Alwi menyebut tak hanya Jerman, Jepang juga sudah mulai merasakan imbas virus corona. Dengan semakin banyaknya kasus baru dan jumlah korban yang terus bertambah, virus corona sudah mewabah dan merusak aktivitas ekonomi Jepang.

Baca Juga: Harga emas makin melesat di akhir pekan ini

“Terlihat dari kontraksi PDB Jepang yang mencapai 1,6%, lebih besar dari perkiraan kontraksi yang hanya 1%. Dengan kekhawatiran yang terus bertumbuh dan berpotensi berdampak pada pertumbuhan ekonomi, investor mencari aset yang dianggap aman,” ujar Alwi.

“Emas sebagai safe haven menjadi pilihan utama, inilah yang membuat harganya terus naik dalam beberapa hari ini,” imbuh Alwi.




TERBARU

Close [X]
×