kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Harga Emas Tembus di Atas US$ 4.400, Investor Disarankan Tak Beli Sekaligus


Rabu, 12 Agustus 2026 / 17:51 WIB
Harga Emas Tembus di Atas US$ 4.400, Investor Disarankan Tak Beli Sekaligus
ILUSTRASI. Harga Emas, ETF (Dok/BRI-MI)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia kembali bertahan di atas US$ 4.400 per ons troi pada Rabu (12/8/2026). Pergerakan emas masih dibayangi volatilitas seiring pasar mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan perkembangan ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8/2026) pukul 17.06 WIB, harga emas berada di US$ 4.415 per ons troi. Sementara itu, Trading Economics mencatat harga emas di US$ 4.416 per ons troi pada pukul 17.07 WIB.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menyarankan investor tidak terburu-buru melakukan pembelian emas dalam jumlah besar sekaligus. Strategi pembelian bertahap dinilai dapat membantu investor mengurangi risiko masuk pada level harga yang terlalu tinggi.

Baca Juga: IHSG Menguat, Pasar Menanti Hasil Rebalancing MSCI

“Melakukan pembelian secara berkala daripada melakukan akumulasi sekaligus (lump sum) untuk meminimalkan risiko terjebak di puncak harga (timing risk),” ujar Wahyu.

Strategi tersebut dapat dilakukan melalui metode dollar-cost averaging (DCA), yakni membeli emas secara berkala dengan nominal tertentu. Investor juga dapat memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan melalui strategi buy on weakness.

“Akumulasi posisi saat harga menguji area batas bawah konsolidasi teknikalnya,” kata Wahyu.

Wahyu menilai harga emas masih berpotensi berfluktuasi seiring perkembangan suku bunga Federal Reserve, dolar AS dan yield US Treasury. Kondisi tersebut membuat strategi pembelian bertahap menjadi relevan, sementara aksi pembelian oleh bank sentral global masih menjadi penopang harga emas.

Bagi investor yang menempatkan emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, Wahyu juga menyarankan alokasi sekitar 5%–15% dari total portofolio. Menurutnya, emas lebih tepat digunakan sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko sistemik dan penurunan nilai mata uang, bukan sekadar untuk mengejar keuntungan jangka pendek.

Dengan harga emas yang sudah berada di atas US$ 4.400 per ons troi, strategi pembelian bertahap dan memanfaatkan koreksi dapat menjadi pilihan bagi investor yang masih ingin menambah eksposur emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×