kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.568   15,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas stabil, setelah tertahan penguatan indeks dolar AS pada hari ini (18/6)


Kamis, 18 Juni 2020 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas stabil karena investor tetap khawatir tentang kemungkinan perlambatan ekonomi global setelah peningkatan kasus virus corona baru di Amerika Serikat dan China. Namun, penguatan harga si kuning akhirnya dibatasi oleh keperkasaan dolar AS. 

Mengutip Reuters, Kamis (18/6), pukul 08.30 WIB harga emas spot stabil di US$ 1.726,69 per ons troi. Hal yang sama terjadi pada harga emas berjangka AS yang masih betah di level US$ 1.736 per ons troi.

Sentimen utama yang sebenarnya dapat mengangkat harga datang setelah pemerintah Beijing membatalkan sejumlah penerbangan, menutup sekolah dan memblokir beberapa wilayah untuk meredam penyebaran wabah virus corona di wilayah Ibu Kota China tersebut. 

Pada Rabu (17/6), Beijing mengkonfirmasi ada 21 kasus virus corona baru 

Baca Juga: Harga minyak mentah turun lebih dari 1% setelah lonjakan kasus corona di AS dan China

Hal yang sama juga terjadi di AS. Hanya beberapa hari sebelum kampanye Presiden Donald Trump di Tulsa, kasus virus corona baru melonjak di Oklahoma, Texas, Arizona, dan wilayah lainnya yang berada di selatan AS. 

Lonjakan ini memperlihatkan adanya prospek penguncian wilayah kembali. Alhasil, aset berisiko kembali ditinggalkan investor yang kembali memburu aset lindung nilai seperti emas. 

Namun, di saat yang sama, kenaikan dolar AS membatasi kenaikan emas karena indeks dolar menguat terhadap para pesaingnya. Ini membuat emas dihargai lebih mahal. 

Sejumlah negara pun masih berupaya melakukan pelonggaran kebijakan guna mendorong ekonomi. Seperti yang dilakukan Bank of England (BoE) yang diperkirakan akan mengumumkan kenaikan setidaknya £ 100 miliar (US$ 125 miliar) dalam bentuknya program pembelian obligasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×