kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.569   16,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas spot pagi ini melemah di kisaran US$ 1.485,89 per ons troi


Senin, 14 Oktober 2019 / 09:07 WIB
Harga emas spot pagi ini melemah di kisaran US$ 1.485,89 per ons troi


Reporter: Handoyo, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot memudar di pagi hari ini. Senin (14/10) pukul 9.00 WIB, harga emas spot melemah 0.21% ke US$ 1.485,89 per ons troi.

Ini adalah penurunan harga emas spot dalam tiga hari berturut-turut. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange naik 0,04% ke US$ 1.489,30 per ons troi.

Jumat pekan lalu, harga emas mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2019. Penurunan harga emas ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Baca Juga: Harga emas Antam turun ke Rp 754.000

"AS dan China mungkin akan mencapai kesepakatan parsial dan hal ini menyebabkan minat pasar pada aset berisiko menjadi lebih tinggi. Itulah sebabnya harga emas turun," kata Jim Wyckoff, senior analyst Kitco Metals seperti dikutip Reuters.

Investor berharap, negosiasi para pejabat tinggi AS dan China menghasilkan kesepakatan yang bisa meredakan perselisihan dagang kedua negara dan menunda kenaikan tarif yang akan berlaku pekan ini.

"Ada laporan yang menyebutkan bahwa Inggris dan Uni Eropa mencatat kemajuan Brexit yang akan menghindarkan hard Brexit. Ini juga menyokong kenaikan harga emas," kata Wyckoff.

Baca Juga: Harga emas tertekan minat pasar terhadap aset berisiko

Meski ada koreksi, harga emas masih dianggap bullish dalam jangka panjang. "Tidak ada aksi jual besar-besaran terhadap emas setelah negosiasi dagang. Ini akan positif bagi harga emas dalam jangka panjang," kata Fawad Razaqzada, analis Forex.com kepada Reuters.

Dia mengatakan bahwa jika negosiasi dagang berjalan lancar, permintaan emas China bisa meningkat. China merupakan konsumen terbesar emas dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×