kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga emas siang ini terangkat ketegangan Iran dan Inggris di Teluk Persia


Senin, 22 Juli 2019 / 13:49 WIB
Harga emas siang ini terangkat ketegangan Iran dan Inggris di Teluk Persia

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Harga emas bangkit pada Senin siang setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya akibat kurs dollar yang lebih kuat. Pergerakan harga emas mendapat sokongan dari ketegangan di Teluk Persia dan pasar saham yang melemah hari ini.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,04% menjadi 1.426,01 per ons troi hingga pukul 13.15 WIB, Senin (22/7).


"Selama akhir pekan, apa yang terjadi antara Iran dan Inggris mendukung harga emas hari ini," kata Brian Lan, Direktur Pelaksana GoldSilver Central di Singapura seperti dikutip Reuters.

Menurut Lan, ketegangan geo-politik dan rencana The Fed yang ingin menurunkan suku bunga, membuat emas terlihat menarik. "Tetapi orang-orang khawatir tentang dollar AS yang lebih kuat," ujarnya.

Seperti diketahui pasukan pengawal revolusi Iran mengatakan mereka telah menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris di kawasan Teluk Persia setelah sebelumnya Inggris merampas sebuah kapal Iran awal bulan ini. Penangkapan kapal Inggris ini meningkatkan ketegangan di sepanjang rute pengiriman minyak internasional yang vital.

Sentimen ini menopang pergerakan harga emas. Hanya saja, kemungkinan penurunan suku bunga bank sentral AS mengangkat dollar dan membuat emas menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

The Wall Street Journal melaporkan The Fed kemungkinan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan akhir bulan ini, dan mungkin akan melanjutkan pemotongan bunga lebih lanjut di masa depan mengingat lesunya pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian perdagangan.

"Risiko geopolitik dari Teluk Persia dapat memberikan beberapa dukungan untuk logam mulia, tetapi langkah besar berikutnya kemungkinan akan terjadi jika Fed cukup dovish untuk pasar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.




TERBARU

Close [X]
×