kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.966   53,00   0,30%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga emas tertekan jelang rapat FOMC


Selasa, 20 Maret 2018 / 15:34 WIB
ILUSTRASI. Harga emas


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), harga emas tertekan. Walaupun sempat menguat pada awal pekan kemarin, tetapi akhirnya emas kembali terseok. Pasar lebih memilih bersikap wait and see menanti kepastian kebijakan moneter Amerika Serikat di sisa tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (20/3) pukul 14.30 WIB, harga emas kontrak pengiriman April di Commodity Exchange turun 0,21% ke level US$ 1.315 per ons troi. Jika dibandingkan sepekan sebelumnya, harga telah melemah 0,91%.

Analis GFMS Thomson Reuters Cameron Alexander mengatakan, kenaikan suku bunga bisa menekan harga, tetapi ketidakpastian persoalan tarif pajak tetap membayangi. Respons China dan beberapa negara lain terhadap kebijakan Presiden Donald Trump berpeluang menjadi katalis positif.

Menurutnya, reaksi negara-negara lain akan membuat harga emas melambung lebih tinggi. “Reaksi signifikan dari Cina dan negara-negara Eropa akan mendorong harga lebih tinggi,” ujar Alexander, seperti dilansir Reuters, Selasa.

Kata Alexander, kenaikan suku bunga akan lebih berdampak positif bagi dollar AS dan imbal hasil obligasi. Sedangkan ketidakpastian politik dan keuangan tetap mendorong permintaan safe haven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×