kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Harga emas makin suram di pekan penentuan suku bunga


Senin, 19 Maret 2018 / 07:55 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menciut. Senin (19/3) pukul 7.39 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.312,10 per ons troi.

Harga emas ini turun tipis jika dibandingkan dengan harga penutupan Jumat lalu pada US$ 1.312,30 per ons troi. Ini adalah penurunan harga emas dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

Dalam empat hari, harga emas tergerus 1,13% dari level tertinggi sepekan US$ 1.327,10 pada Selasa pekan lalu.

Permintaan emas yang rendah di India menyebabkan para pedagang menawarkan diskon dalam dua pekan berturut-turut. Harga emas lokal di India berada di level terendah dalam dua pekan. "Karena permintaan ritel turun, para pedagang perhiasan harus memangkas pembelian. Mereka menyetok emas lebih sedikit daripada biasanya," kata diler emas di Mumbai kepada Reuters pekan lalu.

Permintaan emas di India tetap rendah meski Minggu kemarin India menggelar festival Gudi Padwa."Tiap tahun menjelang Gudi Padwa, pelanggan datang dan meminta pengantaran saat hari festival. Booking pada tahun ini hanya 30% dari level normal," kata Mangesh Devi, pedagang perhiasan di Maharashtra.

Harga emas fisik dan emas kontrak masih berada di level rendah. Investor mengantisipasi kenaikan suku bunga pekan ini. 

"Emas diperdagangkan sekitar US$ 1.320 per ons troi pekan lalu. Volatilitas sangat rendah dan tampaknya tidak ada yang tertarik untuk membeli atau menjual emas," kata Ronald Leung, chief dealer Lee Cheong Gold Dealers di Hong Kong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×